• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sel 27 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Keliru
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
Back J|A|W|A Kawasan Terpilih Jateng Sandal pun Mendarat di Kepala Pak Bupati

Sandal pun Mendarat di Kepala Pak Bupati

  • PDF

Entah apa latar belakangnya. Riyan, 16, remaja Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melemparkan sandal ke kereta kencana yang ditumpangi Bupati Bambang Bintoro dan isteri. Maka, pluk! Sandal pun mendarat di kepala Pak Bupati.

Insiden ini berlangsung dalam acara kirab (pawai) menyambut Hari Jadi ke-54 Kabupaten Batang, Selasa, 5 April 2011. Tak urung, Riyan, warga Singokerten, Kauman, Batang,  yang mengaku tak sengaja melempar sandal itu dimintai keterangan seputar insiden pelemparan sandal ke Bupati.

Sesaat sebelum kejadian, Bupati bersama dengan isterinya tenang-tenang saja berada di kereta kencana yang melalui Jl A Yani  mendekati rumah dinas.  Namun saat kereta kencono sampai di sebelah barat rumah dinas, terjadilah insiden itu. Pengawal Bupati yang melihat kejadian itu langsung mengamankan Riyan.

Kejadian pelemparan sandal ke Bupati itu juga dibenarkan salah satu pengawal Kirab, Wahyono, 39. ”Waktu itu saya posisi di sebelah barat depan kereta yang dinaiki Pak Bupati. Saat itu Pak Bupati menyebarkan uang receh. Ketika massa berebutan mengambil uang tersebut, saya melihat seorang anak melempar sesuatu ke kereta yang dinaiki Bupati. Ternyata yang dilempar sebuah sandal,” kata pria yang bekerja sebagai Satpam di RSUD Batang.

Melihat itu, Wahyono bersama pengawal kirab lainnya langsung mengejar pelempar sandal. “Saya langsung kejar dan kebetulan di sana sudah ada yang mengamankan. Pelempar sandal itu langsung kita amankan di rumah dinas bupati. Selanjutnya, kami serahkan ke pihak berwajib,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Heri Setianto, 38. Pria yang bekerja sebagai PTT (pegawai tidak tetap) di Dishutbun Batang mengaku melihat langsung kejadian tersebut, karena berada di belakang pelempar sandal. “Kebetulan saya di belakang anak yang melempar sandal itu. Makanya, dia langsung saya amankan,” ungkapnya.

Menurut Heri, bila dilihat dari cara melempar, Riyan terlihat tidak sengaja melempar sandal ke arah Bupati. “Cara melemparnya hanya spontan, tidak sengaja,” terangnya.

Kirab HUT ke-54 Batang sendiri memang terkesan agak semrawut. Soalnya, dalam acara rutin tahunan kali ini warga langsung menyerbu gunungan milik masing-masing kecamatan ketika masih diarak. Gunungan itu berisi hasil bumi yang menandakan kekayaan alam di masing-masing kecamatan di Batang, seperti buah-buahan maupun sayur mayur. Seharusnya gunungan itu diperebutkan setelah kirab berakhir di Pendopo Setda Batang dari titik keberangkatannya, rumah dinas Bupati.

Awalnya kirab berlangsung lancar. Sekitar pukul 14.30 WIB, tombak Kyai Abhirawa dengan dikawal enam pusaka pendukung dan belasan pusaka lainnya, diarak dari halaman Rumah Dinas Bupati Batang. Bupati beserta isteri yang saat itu bertindak selaku Adipati, dengan menggunakan kereta kencana mengiringi arak-arakan tersebut. Di belakangnya, belasan gunungan dari masing-masing kecamatan mengiring.

Sementara itu, selama melalui rute kirab, Bupati beserta isteri tidak lupa menaburkan uang receh yang dicampur beras kuning. Taburan uang itu membuat para warga yang sudah menunggu di tepi jalan langsung berebut. Tak pelak, mulailah terjadi kericuhan, dimana warga saling dorong untuk berebut uang tersebut.

Aksi saling dorong tersebut membuat beberapa warga berjatuhan. Banyaknya warga yang berebut membuat mereka yang terjatuh terinjak-injak oleh yang lain. Namun ternyata hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus mengejar kereta Adipati, untuk mendapatkan uang receh tersebut. Hal itu terjadi sepanjang rute yang dilalui peserta kirab.

Kericuhan kembali terjadi manakala rombongan kirab melintas di Jalan Brigjen Katamso. Sebuah gunungan milik salah satu kecamatan 'dibabat' habis oleh warga. Rombongan pembawa gunungan itu terpaksa memutar arah dan tidak meneruskan kirab hingga selesai.

Warga kembali berebut gunungan saat arak-arakan melintas di Jl Veteran, beberapa meter sebelum masuk ke halaman Pendopo. Meski sudah berusaha dihalang-halangi oleh petugas keamanan maupun pembawa gunungan, warga tak surut menyerbu gunungan itu.

Banyaknya yang merangsek membuat petugas dan pembawa gunungan kewalahan, dan membiarkan warga berebut isi  gunungan itu. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang memanjat gunungan tersebut hingga roboh. Hingga akhirnya gunungan itu pun ludes sebelum tiba di halaman Pendopo.

Meski sebagian besar gunungan sudah habis saat di jalan,  kemeriahan memperbutkan isi gunungan tetap terlihat di halaman Pendopo. Rupanya panitia sudah menyiapkan dua buah gunungan yang tidak diikutkan dalam kirab. Bupati sendiri terlihat sumringah manakala melihat warganya saling memperebutkan gunungan.

Agung, salah seorang bocah yang mendapatkan jagung mengaku senang bisa mendapatkan palawija itu. "Senang sekali. Ini nanti malam mau saya makan bareng teman-teman," ujarnya.

Sementara bagi orang dewasa, ada kepercayaan bahwa mendapatkan isi gunungan akan memperoleh berkah. "Kalau yang buah akan dimakan. Sedangkan kalau padi akan dipajang di rumah. Dengan harapan mendapat berkah," tutur Uli, warga Proyonanggan.

Namun, dalam kirab tersebut tidak sedikit warga yang ketiban sial. Ada warga  yang kehilangan beberapa barang berharga, seperti dompet, handphone dan kunci. Insiden itu terjadi manakala mereka ikut berebut gunungan.

Nah, bagaimana dengan Bupati yang terkena lemparan sandal Riyan itu, pertanda sial atau berkah?

Apa Kabar Bupati Kita

Apa Kabar Gubernur Kita

Apa Kabar Wali Kota Kita