• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Mg 25 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back S|U|M|A|T|E|R|A Kawasan Terpilih Riau Bara Pemilukada di Kuansing

Bara Pemilukada di Kuansing

  • PDF

Sidang pleno hasil rekapitulasi hasil pemilukada Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, berujung kepada kerusuahan salah satu massa pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati. Dalam kericuhan yang terjadi sejak Senin pagi, 11 April  2011, dua pos DLLAJR dan satu Rumah Ibadah Gereja Khatolik di simpang Telkom dibakar. Selain itu terjadi sejumlah perusakan rumah Kadisdukcapil, Herliyanto di Koto Taluk Simpang Luar Iroq.

Massa yang tidak puas karena ada indikasi kecurangan di rapat pleno itu berkumpul sejak pagi hari, di kantor  KPU Kuansing Jl Limono. Bahkan sempat beredar isu massa pendemo akan menggelar sweeping ke stadion Sport Center Kuansing tempat diselenggarakannya pertandingan sepakbola antara PSPS dan Persiwa Wamena.

Selain membakar sebuah gereja, massa pendukung calon Bupati Mursini juga melempari rumah Ketua KPU Kuansing Firdaus Oemar di Jalan Ahmad Yani Teluk Kuantan dengan berbagai benda hingga beberapa bagiannya mengalami kerusakan. Aksi massa yang anarkis ini membuat pihak kepolisian harus mengambil langkah tegas dengan melakukan pembubaran paksa. Massa yang sebelumnya berkumpul akhirnya berhasil dipecahkan.

Sejauh ini belum diketahui jumlah kerugian akibat aksi massa yang anarkis ini, pihak kepolisian setempat puan hingga kini masih terus melakukan penjagaan dan bersiap siaga di bebeapa titik yang menjadi titik rawan anarkis, termasuk jumlah masyarakat yang sudah diamankan pihak kepolisian.

Sebelumnya, akibat bentrok dengan polisi dan membakar Pos Dinas Perhubungan didalam terminal dan Simpang Telkom tersebut, polisi mengamankan tiga warga. Maka situasi di Kuansing pun mencekam. Kerusuhan yang dipicu pelemparan bom molotov di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kuantan Singingi meluas.

Massa pendukung salah satu pasangan calon yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara sementara pemilu kepala daerah setempat, juga menyerang gereja, rumah pejabat, dan rumah penduduk pendukung lawan calon mereka, Senin, 11 April 2011.

Kapolres Kuansing Ajun Komisaris Besar Polisi Restiawan mengatakan situasi hingga Senin malam belum kondusif. Massa masih bertindak beringas.

"Salah satu gereja di Kuansing dibakar. Termasuk juga pelemparan batu dan kayu ke rumah-rumah pendukung pasangan nomor satu (Sukarmis-Zulkifli, red). Bahkan, salah satu pos Dinas Perhubungan juga dibakar massa," ungkap Restiawan.

Untuk itu, katanya, kepolisian fokus mengamkankan sejumlah titik yang dinilai rawan, seperti rumah bupati yang saat ini maju kembali, rumah wakil bupati, dan sejumlah rumah pejabat lainnya di Kuansing.

Untuk mengamankan situasi, sekitar 600 personil polisi sudah diturunkan. "Dari Brimob sudah diturunkan sekitar 170 personil dan hari ini ditambah satu Satuan Setingkat Kompi dari Polda. Seluruhnya sekitar 600 personil," papar Kapolres Kuansing.

Pemilu kepala daerah Kuangsing diikuti dua pasangan calon. Yang pertama adalah Bupati Kuansing petahana (incumbent), Sukarmis, yang berpasangan dengan Zulkifli. Pasangan ini dikenal dengan sebutan 'Suzuki'. Yang kedua adalah Wakil Bupati Kuansing saat ini, Mursini, yang berpasangan dengan Gumpita, anggota DPRD Riau.