• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Kam 24 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back J|A|W|A Kawasan Terpilih Jabar Tatang Mundur dari PPP

Tatang Mundur dari PPP

  • PDF
Tatang Farhanul Hakim

Kalah di Musyawarah Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jawa Barat, mantan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim menyatakan mundur dari partai itu. Alasannya, karena dia merasa sudah tidak lagi dihargai oleh partai berlambang Ka’bah tersebut.

Padahal pada Minggu, 15 Mei 2011 Tatang akan dilantik menjadi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat Bidang Organisasi dan Kaderisasi dibawah kepengurusan Rachmat Yasin (Bupati Bogor). Sebelumnya, Tatang pernah menjadi Sekretaris DPW Jawa Barat, lalu Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kab. Tasikmalaya selama dua periode. Tatang dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jabar ikut bertarung melawan Rachmat Yassin, tetapi kalah suara.

“Surat resmi pengunduran diri saya dari PPP, sudah dikirim Selasa (10/5) ke kantor pusat di Jakarta. Kalau dalam surat formal, alasan saya mundur karena tidak bisa lagi melaksanakan tugas kepartaian. Sebenarnya, ini upaya saya untuk melepas dari belenggu jabatan di DPW PPP Jabar. Selama ini saya diabaikan, tidak pernah diajak komunikasi oleh Ketua DPW PPP Jabar. Nurani saya merasa terpenjara, makanya saya mundur,” kata Tatang di Singaparna, Kab. Tasikmalaya.

Menurut Tatang, keberadaan dirinya di DPW PPP maupun di DPC Kab. Tasikmalaya seperti sudah tidak lagi dikehendaki. Padahal, dia sejak Pemilu 1992 berjuang untuk partai. Kursi PPP di Tasikmalaya tidak pernah turun, dari tujuh kursi menjadi 14 kursi. Selain itu, mampu mempertahankan bupati dua periode dan mengantarkan bupati masih dari kader PPP untuk periode sekarang.

“Tetapi semuanya, seperti tidak ada artinya. Jika harus jujur, hanya di Tasikmalaya suara PPP besar. Mengantarkan dua anggota DPR pusat. Selama dua periode menjadi bupati, saya berusaha untuk membesarkan partai ini dengan program kerja yang jelas. Di Kabupaten Bogor suara PPP turun, justru di Tasikmalaya yang naik. Sekarang, semua itu tidak lagi dihargai, makanya saya memilih berhenti. Saya akan mengurus pesantren dan bertani,” katanya.

Rasa sakit hati Tatang, termasuk kepada Ketua DPC PPP Kab. Tasikmalaya Ruhimat. Tatang merasa telah mengantarkan Ruhimat menjadi Ketua DPC PPP Kab. Tasikmalaya, karena kalau tidak dia turun, posisi Ruhimat bisa dikalaahkan oleh Uu Ruzhanul Ulum. “Tetapi, saat Muswil PPP Jawa Barat, Ruhimat menyebrang ke kubu lain. Jangankan komunikasi, saya ada di pinggir jalan, dia tidak mau lagi nanya ke saya. Itu artinya, saya sudah tidak lagi diperlukan di PPP Kab. Tasikmalaya,” katanya.

Sejauh ini Tatang belum ada rencana masuk ke partai politik lain, tetapi ingin berkiprah untuk masyarakat. Seperti bertani mengembangkan pertanian organik serta mengembangkan hortikultura lokal. “Ada beberapa partai yang ngajak gabung atau siap menampung, tetapi saya masih belum mengambil langkah masuk partai lagi,” ujarnya.

Terkait posisi isterinya yang berada di DPRD Kab. Tasikmalaya dari PPP, katanya, sepanjang dia bisa berkiprah dengan baik, akan mengizinkan. Namun, jika sudah tidak merasa nyaman, akan ditarik.

Tatang merasa etika dalam berpolitik di tubuh PPP sudah diabaikan, makanya lebih baik membebasakan dari belenggu partai tersebut. “Saya akan melihat saja dari luar. Toh tidak ada jaminan masuk partai ini nanti akan masuk surga,” katanya sambil tertawa.