• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sab 19 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back K|A|L|I|M|A|N|T|A|N Kawasan Terpilih Kaltim Awang Faroek Bisa Juga ke Luar Negeri (Lagi)

Awang Faroek Bisa Juga ke Luar Negeri (Lagi)

  • PDF

Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan izin bepergian ke luar negeri kepada Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. Padahal Awang adalah tersangka kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Kaltim Prima Coal yang hingga kini dicekal.

Jaksa Agung Basrief Arief membenarkan hal itu dalam konfrensi pers di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, Kamis (19/5). Ia mengatakan, maksud kepergian Awang ke luar negeri adalah dalam rangka mengemban tugas negara.

"Memang betul, saya mewakili Kejaksaan Agung telah memberikan izin kepada Awang Faroek untuk melakukan tugas negara ke Australi," jelas Basrief. Ia menjelasakan, alasan pemberian izin tersebut, pertama, perihal izin terseut sudah dipertimbangkan dari segala aspek, dan izin itu diberikan untuk waktu yang sudah ditentukan yakni kurang lebih tujuh sampai 10 hari. 

"Dia harus meninggalkan Indonesia untuk melaksanakan tugas itu yang tentunya setelah dengan pertimbangan segala aspek sehingga pada akhirnya diberikan izin," kata Basrief.

"Yang kedua adalah beliau masih berstatus sebagai Gubernur dan juga seluruh keluarga dari Pak Awang Faroek masih berada di Indonesia, jadi masih mudah untuk dipantau," sambung Jaksa Agung.

Awang Faroek diketahui pergi ke luar negeri dengan menunjukkan surat undangan dari Kedutaan Besar Australia. Awang pergi dari tanggal 5 Mei sampai 14 Mei 2011. "Izin untuk waktu lebih kurang satu minggu atau 10 hari itu diberikan izin. Terutama dengan alasan dalam rangka tugas negara," katanya.

Selain itu, Basrief mempertimbangkan status Awang Faroek yang masih berstatus gubernur serta keluarganya ada di Indonesia."Kita sendiri belum bisa kita lakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Jadi dengan alasan itu diberikan izin untuk melaksanakan tugas itu," imbuhnya.

Awang Faroek sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 6 Juli 2010,hingga Januari 2011. Namun izin pemeriksaan mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) itu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak kunjung dikeluarkan atau didapatkan Kejaksaan Agung.

Informasi yang dihimpun, pada Oktober 2010, Awang diketahui mengikuti rombongan misi dagang RI ke Shanghai Expo di Cina. Pihak Kejaksaan Agung saat itu mengatakan, Awang bisa ke Cina karena status cekalnya dicabut sementara hingga 7 Oktober 2010. Kejaksaan Agung telah dicekal berdasarkan surat perintah penyidikan No. 82/F.2/Fd.1/7/2010.

Ketika ditanyakan apakah citra Kejaksaan Agung akan buruk dengan kepergian Awang, Basrief menyatakan tidak sependapat. "Saya rasa tidak demikian tergantung dari mana sisi memandangnya. Bahwa ini hanya sebagai status dia sebagai tersangka tanpa melihat aspek lainnya seperti yang saya katakana tadi, mungkin ada yang berpendapat itu. ternyata dia tidak melanggar itu," katanya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Bambang Catur Puspitowarno mengakui adanya permintaan dari Kejaksaan Agung untuk memberikan izin kepada Awang Faroek. Namun dirinya memastikan bila masa berlaku izin berakhir, pasport Awang akan ditarik kembali karena "dia kan masih dicekal,” ujar Bambang.

Di sisi lain, Wakil Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menilai, izin keluar negeri untuk kali ketiga tersebut merupakan bukti nyata kejaksaan tak serius serta tebang pilih, sekaligus memberikan perlakuan khusus pada Awang dibandingkan dengan tersangka korupsi lain.

"Ini juga merupakan bukti tak konsistennya kejaksaan dalam hal pemberantasan korupsi dibanding KPK," kata pria yang akrab dipanggil Econ ini memprediksi Awang akan kembali diperbolehkan pergi ke mancanegara . Ke depan, jika alasan kepentingan negara yang diajukan, pasti terulang, dan alasannya sama (tugas negara)," tulis Econ lewat pesan singkat, Kamis (19/5).