• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sel 27 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Keliru
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
Back K|A|L|I|M|A|N|T|A|N Kawasan Terpilih Kaltim Tagihan untuk Adi Darma-Isro Umarghani

Tagihan untuk Adi Darma-Isro Umarghani

  • PDF

Dalam waktu berapa lama janji kampanye pemilukada harus direalisasikan? Yang jelas, janji kampanye para pemenang pemilukada akan ditagih para konstituen. Itu pula yang terjadi dengan pasangan Adi Darma-Isro Umarghani yang terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Pada saat berkampanye, pasangan Adi-Isro menjanjikan bantuan senilai Rp50 juta per RT (Rukun Tetangga). Kini janji itu mulai menjadi tagihan.

Paling tidak, aktivis Bontang M Aslam sudah mulai menanyakan janji itu. Malah Aslam  mengatakan komitmen politik pasangan Adi-Isro, pada musim kampanye lalu memerlukan kajian mendalam. Dia bilang, kebijakan bantuan langsung bagi RT itu tergolong langka, sehingga diperlukan persiapan berupa perangkat hukum yang jelas sebelum direalisasikan.

"Saya kira pemerintah perlu menjelaskan kepada publik kesiapan dasar hukum rencana program bantuan Rp50 juta per RT karena saat ini publik sudah menunggu realisasinya," ujar M Aslam dalam kunjungan ke Kantor Tribun Kaltim, Minggu, 21 Mei 2011.  Menurut Aslam, ada sejumlah persoalan mendasar yang perlu  disiapkan pemerintah jika ingin menerapkan program Rp 50 juta untuk tiap RT.

Aslam menyebutkan persiapan itu anttaranya perangkat atau payung hukum, mekanisme penyaluran, alokasi penggunaan bantuan, hingga sistem pengawasan anggaran. "Jika perangkat ini tidak disiapkan, saya khawatir program ini bermasalah di kemudian hari ," katanya.

Ia mengatakan, persepsi publik terhadap program bantuan Rp 50 juta per RT saat ini masih sangat beragam. Sebagian pihak berpendapat, bantuan Rp50 juta per RT akan digunakan untuk pembangunan atau perbaikan infrastruktur di tingkat RT. Namun tidak sedikit Ketua RT yang membayangkan bahwa bantuan tersebut untuk dana operasional RT. "Makanya jangan heran kalau pemilihan Ketua RT jadi bahan rebutan seperti Pilkada," ungkapnya.

Aslam, pendiri Lembaga Advokasi dan Rehabilitasi Sosial (LARAS) Kaltim, juga meminta kalangan DPRD Bontang proaktif  mengkaji secara mendalam sebelum memberikan persetujuan terhadap program bantuan Rp 50 juta per RT. Ini terkait kemungkinan bahwa program bantuan Rp50 juta tersebut dapat menjadi Perda.

Secara terpisah, Wakil Walikota Bontang, Isro Umarghani memastikan program bantuan Rp 50 juta / RT akan berjalan sesuai komitmen politik pemerintah. Dia bilang, program ini merupakan bagian tak terpisahkan fari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun, yang saat ini masih dalam tahap penyusunan. "Kita optimistik program ini pasti jalan karena satu paket dengan RPJMD yang merupakan terjemahan visi-misi pemerintah," katanya.

Pasangan Adi-Isro dilantik pada 23 Maret 2011. Apakah dalam 100 hari janji bantuan Rp50 juta per RT itu akan terealisasi? Kita tunggu saja.

Apa Kabar Bupati Kita

Apa Kabar Gubernur Kita

Apa Kabar Wali Kota Kita