• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sab 19 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back S|U|L|A|W|E|S|I Kawasan Terpilih Sultra Buhari Matta Jadi Tersangka

Buhari Matta Jadi Tersangka

  • PDF

Menjadi tersangka, Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, Drs H Buhari Matta MSi masih santai. Begitu pula sikapnya menanggapi berbagai tudingan yang ditujukan kepada Kabupaten Kolaka, utamanya dirinya sebagai bupati. Serangan politik itu, ujarnya, datang dari  dari Gubernur Sultra Nur Alam, wakil ketua DPRD Sultra Sabaruddin Labamba, dan elite Sultra lainnya.

Buhari ditetapkan sebagai tersangka korupsi pemberian izin pembukaan pertambangan di areal kawasan Konservasi Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Lemo tanpa izin pengalihan fungsi dari Kementerian Kehutanan. Dalam kasus ini, Buhari disangka telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi, serta menyalahgunakan wewenang yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi.

"Pasal yang dikenakan, Pasal 2 dan Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 (yang telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001) tentang Tipikor," ungkap Kapuspenkum Kejaksaan Agung Noor Rachmad, Jumat, 8 Juli 2011. Sementara kerugian negara yang timbul akibat perbuatan Buhari, diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Namun angka kerugian itu masih belum final. "Tapi (kerugian) itu masih dugaan, karena masih ada audit untuk menentukan kerugiannya," tambah Noor Rachmad.

Selain Buhari, tersangka lain dalam kasus itu adalah pegawai PT Kolaka Mining International bernama Atto Sakmiwata Sampetoding. "Jadi ada dua tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejagung, tapi yang bersangkutan (Buhari) diperiksa menunggu jadwal selanjutnya," tambah Noor.

Terkait statusnya sebagai tersangka dalam kasus Pulau Lemo, Buhari Matta menegaskan sebagai awam,  seseorang ditetapkan tersangka itu memiliki proses dan mekanisme. Ia menegaskan masalah korupsi sebagaimana pemberitaan tidak mungkin dan tidak pernah dilakukan. Karena Kolaka, katanya, dibangun dengan model partisipasi, gotong royong,  pemberdayaan dunia usaha dari masyarakat sendiri.

Kasus korupsi tersebut berawal ketika Buhari mengeluarkan surat Kuasa Pertambangan (KP) Nomor 46 Tahun 2007 tanggal 28 Juni 2008 untuk PT Inti Jaya. Dari hasil penyidikan kejaksaan, KP tersebut terbit tanpa seizin Menteri Kehutanan sehingga dianggap menyalahi aturan. Dugaan lain, Buhari mendapat uang lebih dari Rp5 miliar dengan mengeluarkan KP untuk mengeruk Pulau Lemo.

KP yang dikeluarkan Buhari sempat mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerhati lingkungan sejak 2008 lalu. Penolakan itu didasarkan atas status Pulau Lemo sebagai kawasan hutan konservasi. Namun, status kawasan hutan konservasi tidak menghentikan penambangan. Sambil menunggu izin pinjam-pakai yang diusulkan ke Menteri Kehutanan yang saat itu dijabat MS Kaban, pengerukan nikel terus dilakukan.

Melalui surat Nomor: S. 510/MENHUT-VII/2007 tanggal 7 Agustus 2007, Kaban akhirnya menjawab surat usulan pinjam-pakai Buhari Matta Nomor : 522/1417 tanggal 7 Mei 2007. Menhut menyatakan menolak adanya aktivitas penambangan di Pulau Lemo.

Nah, setelah menjadi tersangka, Ketua DPW PPP Sultra tersebut menilai serangan-serangan atas dirinya selama ini yang berujung status tersangka adalah bentuk kejahatan politik, pembunuhan karakter dan penzaliman. Bahkan Buhari menilai presatasi Kabupaten Kolaka yang berjuluk Bumi Mekongga selama ini justru dijadikan lahan politisasi.

"Dengan prestasi Kolaka di tingkat nasioanal, apakah ketahanan pangan nasional 5 tahun berturut-turut, Piala Adipura enam tahun berturut-turut dan prestasi tingkat nasional lainnya tidak pernah diberikan apresiasi. Bahkan mungkin prestasi itu menjadi ancaman bagi  mereka sehingga  Kolaka dimusuhi," kata Buhari Matta kepada wartawan di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu, 9 Juli 2011.

Selama ini kata Buhari, dirinya belum pernah menyatakan akan ikut suksesi Gubernur. Itu sebabnya ia heran kenapa kebijakan pemerintahannya selalu disoal, dan terkesan dimanipulasi untuk kepentingan politik.

Dengan kejahatan politik, pembunuhan karakter dan penzaliman yang dilakukan seperti itu, Buhari Matta mengaku tidak akan menanggapinya secara frontal. Itu  karena dirinya melakukan pemerintahan berdasarkan ketentuan yang benar. "Saya tidak mau tanggapi pernyataan-pernyataan gubernur  karena saya tidak mau masuk dalam polemik. Di mana-mana, daerah yang pemimpin dan elite-nya suka berpolemik, tidak akan maju daerah itu. Sementara Kolaka ini kita pikirkan dan bangun untuk mensejahterakan masyarakat," ungkapnya.

Diungkapkannya, dengan adanya kejahatan politik, pembunuhan karakter dan penzaliman, Buhari menegaskan akan bekerja keras lagi membangun Kolaka. "Daerah ini membutuhkan orang yang menjadi pengayom, bukan memusuhi anaknya dan bukan memusuhi pejabat yang berprestasi. Daerah ini membutuhkan memimpin sekaligus pengayom. Katakan yang benar jika itu benar dan katakan yang salah jika itu salah," tegas Buhari berapi-api.