• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sel 27 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Keliru
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
Back K|A|L|I|M|A|N|T|A|N Kawasan Terpilih Kaltim Bupati Pecat PNS Mesum

Bupati Pecat PNS Mesum

  • PDF

Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Andi Harahap, memecat dua pegawai negeri sipil di lingkungannya karena berbuat mesum. Perbuatan mesum itu berlangsung di toilet Kantor Bupati. Hadeuh...

Perbuatan mesum itu berlangsung di toilet lantai dua Kantor Bupati pada 8 Mei 2012. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten PPU Alimuddin di Penajam mengatakan, pemecatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati PPU.

"SK-nya sudah keluar Senin, 16 Juli 2012," Alimuddin yang dikutip antara, Rabu, 18 Juli 2012. Menurut dia, pemecatan tersebut didasari laporan dari masyarakat terkait dua oknum PNS yang kedapatan berbuat mesum. Atas laporan tersebut, kemudian Pemkab PPU membentuk tim untuk menelusuri kebenaran itu.

"Tim itu dipimpin Inspektorat, yang kemudian melakukan pemeriksaan. Kemudian dari hasil pemeriksaan tersebut, membuat rekomendasi ke bupati," lanjutnya.

Atas rekomendasi Bupati mengeluarkan SK pemecatan itu. Surat pemecatan kata Alimuddin diproses Bagian Hukum Pemkab PPU. "Suratnya memang saat ini masih di Bagian Hukum," kata mantan Kepala Satpol PP PPU ini.

Namun, kata Alimuddin, kedua oknum PNS itu masih diberikan waktu untuk melakukan pembelaan tertulis selama 14 hari, sejak diterbitkannya SK tersebut. "Keduanya dipecat dengan hormat, dan diberikan waktu untuk melakukan pembelaan diri," jelas Alimuddin.

Ia menambahkan, SK tersebut akan diteruskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Alimuddin juga menjelaskan, selama BKN belum membuat keputusan, maka kedua PNS tersebut masih tetap menerima hak-hak selaku PNS seperti gaji, dan dengan demikian pula masih wajib menjalankan kerjanya selaku PNS.

Kejadian ini terungkap saat rekan-rekan dari salah satu oknum PNS tersebut memergoki perbuatan S dan S yang berada di dalam satu toilet bersama-sama. "Karena bukan merupakan suami isteri yang sah, perbuatan keduanya dianggap mesum dan itu melanggar disiplin dan kode moral PNS," tegas Alimuddin.

Kejadian ini terungkap saat rekan-rekan dari salah satu oknum PNS tersebut memergoki perbuatan S dan S yang berada di dalam satu toilet bersama-sama. “Karena bukan merupakan suami istri yang sah, perbuatan keduanya dianggap mesum dan itu melanggar disiplin dan kode moral PNS,” tegas Alimuddin.

Awal saat kedua oknum PNS itu kedapatan melakukan perbuatan mesum di toilet wanita, salah seorang rekannya mendengar suara-suara aneh di dalam toilet. Karena takut, kemudian PNS tersebut memanggil rekan-rekan kerjanya dan langsung sejumlah PNS lainnya kemudian memastikan apa yang terjadi di dalam toilet tersebut dan mendapati mereka berbuat mesum.

"Jadi saat diintip, kok ada dua pasang sepatu, laki-laki dan perempuan,” ucap salah satu PNS yang enggan disebut namanya. Tak lama kemudian, kedua pasangan ini keluar dari WC dengan wajah tak berdosa dan seperti tidak terjadi apa-apa. Kasus ini juga menjadi perbincangan di kalangan PNS.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sutiman enggan memberikan komentar. Bahkan saat diberikan informasi terkait dengan kasus mesum dua oknum PNS  ini, Sutiman malah kaget. “Kok wartawan juga tahu ya,” kata Sutiman.

Namun demikian, Sutiman menyatakan terlepas dari kejadian ini langkah pertama untuk membuktikan perselingkuhan PNS itu menjadi tugas Inspektorat untuk melakukan investigasi. “Silakan Inspektorat yang melakukan investigasi, termasuk bila ada laporan tentang perselingkuhan PNS. Kami tidak memungkiri, memang ada PNS yang selingkuh, tapi untuk membuktikan kan perlu investigasi dari Inspektorat,” tandas Sutiman.

Apa Kabar Bupati Kita

Apa Kabar Gubernur Kita

Apa Kabar Wali Kota Kita