• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sab 19 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back B|A|L|I & N|U|S|R|A Kawasan Terpilih NTB Bupati Sumbawa Barat Melawan Newmont

Bupati Sumbawa Barat Melawan Newmont

  • PDF

Gara-gara Surat Keterangan Asal (SKA) Barang dari Bupati Sumbawa Barat Zulkifli Muhadly tak keluar, kapal milik PT Newmont Nusa Tenggara yang berisi konsentrat sudah empat hari terkatung-katung. Pemkab Sumbawa Barat menghentikan paksa proses pengapalan konsentrat pada Kamis, (13/1/2010). Padahal mestinya MV SKOMVAER akan mengangkut 21.978 ton konsentrat.

Dari ibu kota Sumbawa Barat, Taliwang, dilaporkan, saat pengapalan dihentikan, lambung kapal telah berisi 1.382,64 ton konsentrat. Hingga Senin (17/1/2010) siang, kapal pengangkut konsentrat MV SKOMVAER tujuan Brusbuttle, Jerman hanya menganggur di Pelabuhan Benete, di Sumbawa Barat yang dioperasikan Newmont.

Bupati Sumbawa Barat (KSB) melalui kepala tim pemerintahan KSB telah menghentikan pengapalan konsentrat PTNNT di pelabuhan Benete, Sumbawa Barat. Penghentian tersebut dilaksanakan melalui surat Wakil Bupati Sumbawa Barat Nomor: 540/003/ESDM BUDPAR/I/2011 yang pada intinya meminta Presiden Direktur PTNNT untuk menghentikan kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas pengapalan konsentrat ke-3 sebelum PTNNT memperoleh Surat Keterangan Asal Barang (SKAB). Disebutkan bahwa surat permintaan tersebut berdasarkan pada Perda No. 1/2010 dan Peraturan Bupati Sumbawa Barat (Perbup) Nomor 30/2010 tentang SKAB.

Manajer Hubungan Pemerintah dan Kepatuhan Proyek PT NNT, Mohammad Mahfi, mengatakan, akibat terhentinya pengapalan itu, PTNNT harus menanggung risiko demurrage (biaya kelebihan waktu berlabuh) sebesar US$ 13 ribu atau setara Rp 120 juta tiap hari. Mahfi mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan pembicaraan dengan pemilik kapal, terkait sejumlah kemungkinan yang bisa dilakukan kedua pihak.

Sedangkan Manajer Senior Hubungan Eksternal PT NNT, Arif Perdanakusuma menyatakan, manajemen Newmont menyesalkan penghentian pengapalan konsentrat tambang di Pelabuhan Benete. Newmont menyebut tindakan itu menyalahi prosedur dan tak sesuai peraturan yang lebih tinggi.

Hanya saja, Newmont tetap memprioritaskan langkah dialog dengan para pemangku kepentingan, bukan dengan melayangkan gugatan hukum balik. "Sebagai kontraktor pemerintah yang sudah beroperasi selama 11 tahun, PT NNT selalu memenuhi semua peraturan dan prosedur dalam pengapalan konsentrat," ujar Arif.

Terkait kerugian, Arif Pedanakusumah mengaku belum bisa merinci kerugian akibat penghentian pengapalan itu. Namun ia memastikan, Peraturan Menteri Perdagangan No.43/M-DAG/PER/10/2007 yang dijadikan dasar oleh Pemkab Sumbawa Barat, telah dicabut pemerintah, dan dinyatakan tak berlaku lagi. Selain itu, KSB juga bukan institusi penerbit SKAB. KSB harus lebih dulu mendapat penunjukan dari Menteri Perdagangan.

Menurut Arif, PT NNT kini menanti kepastian hukum. Ia berharap KSB, Pemprov NTB dan pemerintah pusat bisa segera memberi penyelesaian masalah ini. "Kami percaya semua pihak memahami pentingnya untuk menelesaikan masalah ini dengan segera, sehingga PTNNT bisa melaksanakan tugasnya sebagai kontraktor pemerintah Indonesia sesuai dengan amanat Kontrak Karya serta memberikan kepastian hukum investasi di Indonesia," ujarnya.

Selama ini kata dia, setiap pengapalan konsentrat sepengetahuan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah KSB, Bea Cukai, PT Surveyor Indonesia dan laboratorium independen yang melakukan Assay (uji sampel kadar logam) tiap 500 ton konsentrat. Karena itu, PT NNT menampik pandangan bahwa kadar logam dalam konsentrat berbeda antara yang dilaporkan dengan yang semestinya.

"Kami akan menemui Bapak Bupati Sumbawa Barat untuk menjelaskan hal ini dan berdialog dengan beliau untuk menyelesaikan perbedaan pandangan yang ada," kata Arif.