• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Mg 25 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back S|U|L|A|W|E|S|I Kawasan Terpilih Sulsel Syahrul Yasin Limpo Kehilangan Anaknya

Syahrul Yasin Limpo Kehilangan Anaknya

  • PDF

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menangis histeris tatkala menyambut kedatangan jenazah puteranya, Rinra Sujiwa Syahrul Putra, 21. Rinra, mahasiswa IPDN di Jatinangor, Sumedang, meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat.

Kabar meninggalnya putera orang nomor satu di Sulsel dan Ketua DPD Golkar Sulsel itu menyebar dengan cepat melalui pesan berantai di telepon selular. Beberapa pejabat mengatur ulang jadwal mereka hari itu setelah mendengar kabar duka tersebut, Senin (31/1/2011).

Adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Irman Yasin Limpo, membenarkan kemenakannya, Rinra, yang saat ini menempuh pendidikan di IPDN Bandung meninggal dunia. Sebelumnya, Rinra berada di Makassar untuk liburan akhir pekan, sekitar empat hari, dan kembali ke Bandung pada hari Minggu kemarin.

Syahrul dan Rinra kemudian bersama-sama bertolak ke Jakarta, Sabtu lalu kemudian masuk ke kampus IPDN Jatinangor. Rinra yang merupakan praja-madya angkatan 2008 di IPDN Jatinangor, langsung masuk ke kampus pada malam harinya.

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengungkapkan isyarat dan tanda-tanda terakhir kepergian almarhum putera Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra, sebelum meninggal dunia. Ichsan, mengaku, dua hari sebelum meninggal dunia, Jumat lalu, Rinra pulang ke Makassar untuk menemui ayahnya dan ibunya.

"Dia datang dan meminta untuk tidur bersama ayah dan ibunya. Ananda Rinra sangat rindu orang tuanya. Ia juga sempat mengambil tugas ajudan ayahnya menerima laporan dari patwal. Saat akan berbalik, almarhum memberi hormat kepada ayah dan ibunya. Ternyata ini sekaligus menjadi penghormatan terakhir almarhum," kata Ichsan sambil terisak.

Overdosis?
Apa penyebab putera bungsu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra meninggal, hingga saat ini belum diketahui. Namun mantan dosen Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Inu Kencana mengungkap bahwa penyebab kematian Rinra diduga karena overdosis.

Hal itu diungkapkan Inu di tengah simpang siurnya informasi terkait penyebab kematian Rinra, Senin (31/1/2011) dini hari. "Informasi ini A1. Saya mendapatkan informasinya langsung dari sumber tepercaya. Saya diberitahu sebelum pukul 06.00 pagi tadi. Sumber itu menyatakan, ada seorang praja meninggal karena overdosis," kata Inu yang dikutip  Tribunnews.com, Senin (31/1/2011) malam.

Sumber itu, ungkap Inu, meminta dirinya agar membongkar kematian praja tingkat madya tersebut. Saat ditanya siapa sumber tersebut? Inu menolak menyebutkan namanya karena sumber itu menginginkan agar identitasnya tidak muncul di media.

"Boleh dibilang dia seorang aparat, dia memiliki senjata api dan sumber yang patut dipercaya," kata Inu. Namun untuk lebih membuktikan apakah Praja Tingkat III angkatan 2008 tersebut terbukti mengomsumsi narkoba atau tidak, kata Inu, jenazah korban harus diotopsi.

Sebagai dosen yang telah mengabdi selama 18 tahun di IPDN, Inu sudah tak asing lagi dengan aktivitas dan kehidupan praja, termasuk soal penyalahgunaan narkoba di kalangan praja, terutama mereka yang tinggal/kost di luar Kampus STPDN.

Soal penyalahgunaan narkoba di kalangan praja, kata dia, bukan hal baru baginya. Peredaran dan transaksi narkoba di luar dan dalam Kampus STPDN sudah cukup parah dan sulit untuk dikendalikan lagi.

Ia membeberkan, di Kampus STPDN, Jatinangor, ada istilah "Izin Bermalam" yang sudah lazim di kenal seluruh praja. Izin bermalam itu biasanya jatuh pada Sabtu malam atau malam Minggu.

"Oleh praja, izin bermalam ini dimanfaatkan untuk keluar kampus dan kumpul di tempat kost. Nah di sinilah biasanya terjadi pesta narkoba," bebernya. Biasanya, lanjut Inu, pesta narkoba tersebut berlangsung hingga Minggu Pagi. "Sesuai peraturan di Kampus STPDN, seluruh praja harus kembali ke kampus Minggu sore pukul 17.00.

Mungkin karena Rinra pada saat itu masih merasa pusing sehingga belum bisa kembali ke tempatnya. Karena sudah mendesak dan barang (narkoba) itu masih ada, bisa jadi ia sikat semua barangnya akhirnya overdosis," tambah Inu.

Sedangkan Juru Bicara Keluarga Syahrul Yasin Limpo, Andi Darussalam Tabussala di RS AMC Cileunyi, Subang, Senin (31/1/2011). Pada Kamis 27 Januari lalu Rinra mengaku sakit di Jatinangor. Dia kemudian minta izin pulang ke Makassar hingga Jumat 28 Januari untuk mendapat perawatan di rumah sakit.

Kemudian Sabtu 29 Januari Rinra kembali ke Jatinangor diantar salah seorang ajudan Syahrul. Rinra langsung dibawa ke barak Sulsel.

Pada Senin dini hari sekira pukul 02.00 WIB, itu dia tidur dan muntah-muntah sampai pukul 04.45 WIB. Sekira pukul 05.10 WIB (sebelumnya disbutkan meninggal pukul 04.00 WIB) praja lain melihat Rinra sudah tidak bergerak di dalam kamar.

Saat praja STPDN  membawa Rinra ke RS AMC Cileunyi sekira pukul 05.30 WIB. Ketika tiba di rumah sakit tersebut nyawa Rinra sudah tidak tertolong.

Sedangkan keluarga Syahrul Yasin Limpo menolak jasad Rinra divisum. Bahkan, meski kematian anaknya di dalam kampus masih belum ada konfirmasi resmi pihak STPDN, Syahrul tak akan menuntut pihak STPDN.

"Pak Syahrul pasrah pada illahi. Dia tak akan menuntut IPDN," kata Asdar Muis RMS, rekan wartawan yang selama ini kerap mendampingi Gubernur Sulsel.