• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Jum 22 09 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back J|A|W|A Kawasan Terpilih Jatim Ijazah Bupati Madiun Dipertanyakan

Ijazah Bupati Madiun Dipertanyakan

  • PDF

Rabu siang, 2 Februari 2011, sekitar 20 orang dari Aliansi Masyarakat Madiun (AMM) mendatangi Polda Jatim di Jl Ahmad Yani Surabaya. Maksud mereka, melaporkan dugaan ijazah palsu Bupati Madiun Muhtarom mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Juru bicara AMM, Yusuf Notorahardjo menyatakan, "Kami datang ke sini untuk mengetahui kebenaran ijazah milik Pak Bupati dan menanyakan adanya kejanggalan dalam ijazahnya." Menurut Yusuf   kepada wartawan usai keluar dari ruang pengaduan masyarakat (dumas) Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda Jatim, dalam ijazah Muhtarom --Bupati Madiun yang diusung koalisi PKB, Demokrat, PKS, PPP dan PKNU, berpasangan dengan Wabup Iswanto, nama yang tercantum adalah Slamet Droni dan lulus pada 31 Desember 1969.

Kemudian, kejanggalan juga terlihat di ijazah Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsaIN) Surabaya berganti nama menjadi Muhtarom. Ujian Tahun 1972, tapi ijazahnya tidak terdapat cap tiga jari dan tanda tangan panitia serta tahun kelulusannya tertera 1984.

Kejanggalan ijazahnya juga terlihat pada ijazah dari Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) Madiun. Di ijazah setingkat SMA itu tertulis nama Muchtarom dan lulus tahun 1975.

"Kami datang kesini bukan untuk melaporkan, tapi ingin menanyakan, karena semua ijazahnya aneh. Keanehannya seperti ada pada bulan kelulusan, masa lulusan SMAnya lebih dulu dari pada SMP-nya?" tambah Yusuf.

Sementara itu, Direskrim Polda Jatim Kombes Pol Suroto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Polda Jatim akan menerima setiap laporan dari masyarakat, asalkan alat bukti awalnya cukup kuat. "Kalau persyaratan, dukomen serta bukti awalnya cukup, pasti akan kita terima. Kami berharap pelapor memenuhi persyaratannya sehingga layak untuk dilaporkan,"  jelas Suroto.

Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun Yohanes Ristu Nugroho berpendapat, jika ternyata Bupati Madiun berijasah palsu, maka lolosnya Muhtarom sebagai bupati, merupakan kesalahan dari pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang meloloskan pencalonan saat verifikasi.

"Masa ada ijazah palsu bisa lolos pencalonan?" ujarnya, Rabu, 2 Februari 2011. Meski demikian politisi dari PDIP ini tidak ingin mencampuri urusan ini lebih dalam. Pasalnya, dugaan ijazah palsu tersebut ditangani oleh pihak kepolisian.

"Hal tersebut kan sudah dilaporkan ke Polda Jatim, kita hargai proses hukum yang berlaku dan biarkan aparat kepolisian menyelesaikan kasus ini. Nanti bisa terlihat apakah ijazah tersebut asli atau palsu," terangnya.

Ristu pun menyatakan tidak akan memanggil Muhtarom. Karena pihak legislatif baru bisa bertindak jika hal tersebut berpengaruh pada kebijakan publik, dan kasusnya merupakan pelanggaran kriminal.

Sedangkan Kepala Bagian Humas Kabupaten Madiun, Mardi'i, ketika dikonfirmasi enggan berkomentar banyak terkait masalah ini. "Saya belum yakin, tapi saya nggak ada komentar, karena masalah ijazah itu urusan pribadi, bukan urusan pemerintahan," katanya.