• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Kam 24 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back S|U|M|A|T|E|R|A Kawasan Terpilih Sumut Darah dan Urine Wali Kota Jadi Urusan

Darah dan Urine Wali Kota Jadi Urusan

  • PDF

Soal urine (air seni) dan darah Wali Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Hulman Sitorus, sedang jadi pembicaraan di kota itu. Mulai dari bisik-bisik dan kabar dari mulut ke mulut sebelumnya, urusan ini muncul ke permukaan pada akhir Januari lalu ketika Ketua DPC Partai Pemuda Indonesia (PPI) Pematangsiantar, Binsar Manurung menyelenggarakan konferensi pers di kantornya Jalan Dalil Tani, Kecamatan Siantar Timur, Senin 31 Januari 2011.

Menurut Binsar, Hulman Sitorus menggunakan hasil tes darah dari Eliakim pada saat melengkapi berkas kesehatan sebagai Calon Legislatif (Caleg)  PPI dari Daerah Pemilihan (Dapem) I. Binsar menjelaskan, pada 26 Agustus 2008, dilakukan pemeriksaan tes darah dan urine di RSUD Dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar terhadap semua Caleg PPI, termasuk Hulman, Eliakim dan dirinya.

Namun, lanjutnya, dalam pemeriksaan tersebut Hulman yang juga Caleg nomor 1 tidak hadir. Di hari yang sama, masih kata Binsar, ada keterangan Eliakim bahwa Hulman sedang ke Penang, Malaysia.

Binsar menceritakan, pemeriksaan itu berlangsung sekira pukul 10.00 WIB, dan beristirahat pada siang harinya. Namun, pada pukul 14.00 WIB, Eliakim yang juga Caleg nomor urut 2 dipanggil lalu darahnya disedot dan urinenya diambil untuk kedua kalinya. Binsar mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut saat di ruang pemeriksaan, dan botol berisi urine dan darah yang diambil dari Eliakim justru tertulis atas nama Hulman Sitorus.

“Ada anggapan itu benar atau tidak, namun yang pasti darah dan urine itu milik Eliakim. Sedangkan hasil tesnya atas nama Hulman,” papar Binsar.

Orang kepercayaan Hulman Sitorus, Eliakim Simanjuntak lantas memembantah Binsar Manurung. Tak tanggung-tanggung, perlawanan Eliakim itu berlangsung di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Jalan MH Sitorus, Selasa (1/2). Saat memberikan keterangan, Eliakim didampingi Kabag Humas dan Protokoler Pemko Pematangsiantar, Daniel Siregar. Sementara Hulman tidak turut serta.

Kepada wartawan, Eliakim menegaskan apa yang dibeberkan Binsar Manurung, tidak benar. Bahkan Eliakim bersedia bersumpah demi keluarganya. Eliakim menjelaskan, saat pemeriksaan kesehatan dirinya datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih, 26 Agustus 2008 dan mendapat nomor antrean 1.422. Sedangkan Hulman menjalani pemeriksaan keesokan harinya, 27 Agustus dengan nomor urut 1.446.

“Mana mungkin darah saya yang dibuat tes untuk Hulman. Hari pemeriksaannya saja berbeda. Lihat nomor antrean juga berbeda,” katanya sembari menunjukkan berkas nama-nama yang menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang pencalonan anggota legislatif tahun 2008. Ia juga mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan dirinya dengan Hulman sama sekali tidak ada persamaan, semuanya beda.

“Lihat, golongan darah saya A, golongan darah Hulman AB. Jika darah saya yang digunakan untuk pemeriksaan Hulman, seharusnya hasilnya sama. Ini semuanya beda!”  tukas Eliakim

Dia pun menegaskan siap bersumpah atas nama keluarga untuk membuktikan dirinya tidak ada memberikan darah kepada Hulman. Lebih dari itu Eliakim menyatakan siap kembali menjalani pemeriksaan darah dan urine.

“Saya bersumpah demi keluarga, saya tidak ada memberikan darah kepada Hulman. Kapanpun saya siap kembali diperiksa!” tegasnya.

Eliakim mengaku, Hulman menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD dr Djasamen Saragih pada pagi hari. Siangnya, Hulman langsung berangkat ke Pekanbaru, Riau untuk mengurus bisnisnya. Sedangkan hasil pemeriksaan kesehatan diambil Eliakim, dan saat itu tidak ada orang lain.

“Yang mengambil hasil (pemeriksaan kesehatan), hanya aku sendiri, tidak ada orang lain. Jadi kalau ada yang menyebutkan Hulman ke Penang, Malaysia, itu sama sekali tidak ada. Mungkin masyarakat mengetahui, Hulman adalah seorang pengusaha. Kebanyakan usaha Hulman di Pekanbaru. Sehingga setelah diperiksa di rumah sakit, Hulman langsung berangkat ke sana,” ungkapnya.

Ditambahkan Eliakim, saat tes kesehatan, peserta satu per satu masuk ke ruang pemeriksaan didampingi petugas. Tidak bisa dua orang sekaligus masuk ke ruang pemeriksaan. Jika ada pihak yang mengaku melihat darah Eliakim diambil lalu dibuat menjadi milik Hulman, Eliakim mengatakan itu sama sekali tidak benar.

“Yang bisa masuk ke ruang pemeriksaan cuma satu orang didampingi petugas. Bagaimana jalannya Binsar melihat darahku diambil, lalu dibuat jadi milik Hulman? Itu bohong!” tandasnya.

Sementara dr Ria Telaumbanua memastikan Hulman menjalani tes darah dan urine. Dia bilang, Hulman yang merupakan mantan saingannya di Pemilukada Pematangsiantar, melakukan tes darah dan urine di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUD Djasamen Saragih, pada 27 Agustus 2008.

“Benar Pak Hulman tes (kesehatan) 27 Agustus,” kata dr Ria melalui telepon seluler. Selanjutnya dr Ria menerangkan, rekam medik hasil tes kesehatan atas nama Hulman Sitorus masih disimpan di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUD Djasamen Saragih.

Bahkan, katanya, data aslinya masih ada. “Tapi tidak bisa dipublikasikan. Itu sifatnya pribadi dan dilindungi dengan peraturan dan Undang-Undang,” jelas dr Ria.

Terkait lembar hasil tes darah dan urine atas nama Hulman yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pematangsiantar yang tidak dibubuhi stempel basah dr Lamriah Lubis, dan hanya tanda tangan, dr Ria hanya mengatakan mungkin petugasnya lupa. “Manusia kan bersifat pelupa. Bisa saja petugasnya lupa, karena saat itu ada ribuan caleg yang melakukan tes kesehatan. Saya belum lihat data di KPU,” kata dr Ria.

Sedangkan Eliakim menegaskan ia dan Hulman siap menjalani tes urine dan darah kapan saja. “Kami siap diperiksa kapan saja tentang kesehatan, lebih-lebih pemeriksaaan urine,” tukas Eliakim, melalui telepon seluler.

Kalau sudah begini, seharusnya tak ada masalah lagi. Tes ulang saja Pak!