• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sab 19 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back M|A|L|U|K|U Kawasan Terpilih Maluku Teddy Tengko Jadi Terdakwa

Teddy Tengko Jadi Terdakwa

  • PDF

Teddy Tengko akhirnya berstatus terdakwa juga. Bupati Kepulauan Aru, Maluku itu ditetapkan sebagai tersangka pada Maret 2010 namun tetap terpilih menjadi Bupati dalam Pemilukada Juli tahun lalu. Dengan penetapan sebagai terdakwa, Tengko akan segera non-aktif.

Status terdakwa Teddy Tengko sesuai dengan pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi dari Kejaksaan Tinggi Maluku ke Pengadilan Negeri Ambon, Jumat, 4 Februari 2011.  Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Maluku Natsir Hamzah menjelaskan, status hukum Teddy yang sebelumnya sebagai tersangka otomatis menjadi terdakwa setelah berkas dilimpahkan ke pengadilan.

Teddy diduga terlibat penyelewengan APBD Kabupaten Aru sejak tahun 2005 sampai 2007 sebesar Rp 42 miliar. Selain Teddy, Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Aru, Raharusun, juga diduga terlibat dalam kasus ini.

Raharusun ditahan Kejaksaan sejak 5 Maret 2010. Proses hukumnya sudah berlanjut dan kini Raharusun berstatus terdakwa yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Ambon.

Menurut Natsir, selain melimpahkan berkas ke pengadilan, pihak kejaksaan juga mengirim surat ke Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Surat tersebut perihal pelimpahan berkas Teddy dan statusnya sebagai terdakwa. "Apakah nanti dia dinonaktifkan atau tidak, sudah menjadi urusan internal di pemerintahan," ujarnya.

Sebelumnya, sekelompok mahasiswa mendesak Kejati Maluku untuk segera menahan Tengko melalui unjuk rasa. Unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Senin, 31 Januari siang itu berakhir ricuh. Sebelumnya pun terjadi unjuk rasa namun belum sampai memanas.

Mahasiswa mengamuk dan nyaris memukul Kajati Maluku Sugiarto yang tidak mau menahan tersangka korupsi Bupati Aru Teddy Tengko. Mahasiswa tidak puas dengan penjelasan Kajati dan mencurigainya telah bermain mata dengan tersangka.

Kajati beralasan harus memaparkan/ekspose dugaan korupsi itu ke Kejaksaan Agung terlebih dahulu sebelum dilimpahkan.  Sugiarto menyampaikan hal ini saat bertemu perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Aru (Permaru) yang berunjuk rasa di kantor Kejati Maluku, di Ambon, Selasa, 25 Januari 2011.

Menurut Sugiarto, perintah ekspose ke Kejaksaan Agung merupakan prosedur rutin dan bukan sesuatu hal y ang istimewa. Kejaksaan Agung menginginkan agar berkas perkara tersebut betul-betul lengkap, sehingga Teddy Tengko terbukti menyelewengkan anggaran negara di pengadilan.

Ucapan Sugiarto terbukti sudah. Tengko jadi terdakwa.