• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sel 27 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Keliru
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
  • Error loading feed data.
Back B|A|L|I & N|U|S|R|A Kawasan Terpilih NTT Rapat Bupati dengan DPRD Alor Berantakan

Rapat Bupati dengan DPRD Alor Berantakan

  • PDF

Konflik Bupati dengan DPRD Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur kian memanas. Malah dalam insiden terakhir pada Jumat malam 4 Februari 2011 lalu, terjadi keributan hingga rapat dengar pendapat antara eksekutif, legislatif, dan kontraktor proyek, di ruang sidang utama DPRD Alor bubar jalan, berantakan.

Rapat itu berlangsung mulai pukul 20.15 Wita. Agenda utamanya adalah membahas proyek bencana alam 2010. Disaksikan belasan pasang mata wartawan, rapat sejak sore hari ini diawali dengan penyampaian aspirasi perwakilan kontraktor, penjelasan pemerintah kemudian pendapat dan tanya-jawab anggota Dewan kepada pemerintah.

Dalam rapat itu para anggota Dewan antara  lain meminta dokumen lelang serta data pendukung lainnya sehingga bisa mengkajinya sesuai dengan pengaduan masyarakat dan melaksanakan fungsi pengawasannya. Anggota Dewan juga mengingatkan pemerintah bahwa penentuan rekanan sebagai pemenang lelang harus benar-benar memperhatikan berbagai regulasi yang berlaku serta kemampuan kontraktor agar kualitas pekerjaan terjamin dan pekerjaan tepat waktu.

Nah, tiba di sesi tanya-jawab, suasana kian memanas. Ketika Bupati masih berbicara, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Hermanto Djahamouw, langsung menginterupsi dan mengatakan jawaban Bupati tak menyentuh pertanyaan yang diajukannya, yakni nomenklatur rehabilitasi ruas jalan Tamak-Tonte di Pulau Pantar dengan dana bencana alam sebesar Rp2,3 miliar.

Ia menyatakan pada 2010 lalu melintasi ruas jalan Tamak-Tonte yang belum beraspal karena baru pekerjaan penggusuran. Karena itu dia mempersoalkan nomenklatur rehabilitasi yang digunakan panitia sehingga menggunakan dana bencana alam. 

Hermanto juga mempertanyakan alasan panitia tidak mengundang semua rekanan, terutama yang penawaran harganya terendah, untuk mengikuti klarifikasi. Dengan suara lantang Hermanto meminta panitia lelang menjelaskan, sebab Bupati dianggap tidak mungkin mengetahui semua pelaksanaan proyek itu.

Suasana bertambah tegang ketika terjadi interupsi anggota Dewan di tengah sesi penjelasan panitia lelang. Akibat ketegangan ini Ketua DPRD Alor Markus D Mallaka mengetuk palu dan menutup rapat tanpa meminta persetujuan anggota. Wakil-wakil ketua dan anggota Dewan masih duduk di tempatnya ketika Ketua DPRD dan Bupati Alor sudah berdiri dari tempat duduknya.

Hermanto pun langsung berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah Mallaka yang baru saja turun dari meja pimpinan. Wajah Hermanto dan mayoritas anggota Dewan tampak sangat kesal karena Mallaka menutup sidang secara sepihak.

Sejurus kemudian Hermanto merangkul bahu Mallaka sambil menumpahkan kekesalannya, tetapi staf protokoler Setwan segera melerai. Sementara Bupati Pally dikawal sejumlah petugas keluar dari ruang sidang Dewan.

Ajudan Bupati, Haidir Haji Dasing, pun sempat bersitegang dan nyaris adu jotos dengan Hermanto. Kali ini  anggota dewan lain dan Staf Ahli Bupati yang melerainya.

Pally dan Mallaka lantas langsung meninggalkan gedung Dewan. Sedangkan anggota Dewan masih bertahan di ruangan sambil menyatakan kekesalan mereka terhadap ketua yang menutup sidang tanpa keputusan.

Rapat dengar pendapat ini digelar menyusul surat para kontraktor di Kabupaten Alor yang mempersoalkan lelang sejumlah proyek penanggulangan bencana alam. Proyek-proyek ini merupakan kelolaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Alor dengan total pagu dana sebesar Rp 5.159.128.400.

Panitia lelang di badan ini dinilai kontraktor lokal yagn tergabung dalam Gapeksindo maupun Gapensi Kabupaten Alor menyimpang dari ketentuan dan terindikasi melanggar Keppres 80. Para kontraktor pun menduga terjadi pemalsuan dokumen negara dan penyalahgunaan wewenang dalam menentukan rekanan pemenang lelang.

Tambahan pula, muncul dugaan pemerintah dan panitia lelang menyiapkan rekanan luar daerah untuk memenangi lelang. Karena itu, setelah melaporkan kasus ini ke aparat hukum Polres Alor, para kontraktor juga menyampaikan aspirasinya ke DPRD Alor.

Insiden Jumat, 4 Februari ini merupakan rangkaian konflik antara Bupati dan DPRD Alor sejak tahun lalu. Sebelumnya, pada akhir 2010, misalnya, sidang yang membahas perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2010, berlangsung sangat alot. DPRD Alor mengaku kaget dengan penyampaian Pemerintah Kabupaten Alor yang telah menggunakan dana sebesar Rp. 25.546.407.000 sebelum perubahan APBD alias panjar.

Bahkan pada  akhir November 2010, tak kurang dari 20 anggota DPRD Alor berombongan ke Jakarta/ Mereka menyerahkan laporan dugaan tindak pidana korupsi Bupati Alor kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Para anggota Dewan saat itu antara lain menyebut dana bantuan sosial (bansos) tahun anggaran 2009, yang merugikan keuangan negara senilai Rp18 miliar.

Apa Kabar Bupati Kita

Apa Kabar Gubernur Kita

Apa Kabar Wali Kota Kita