• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Mg 25 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back S|U|L|A|W|E|S|I Kawasan Terpilih Sulteng Mantan Penjabat Bupati Terseret Korupsi

Mantan Penjabat Bupati Terseret Korupsi

  • PDF

Mantan pelaksana tugas Bupati  Sigi, Sulawesi Tengah, Sutrisno Sembiring terseret kasus korupsi dana Pemilukada. Dalam pada itu, Ketua KPU Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, Amir Mahmud akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala, Senin, 7 Februari 2011. Penahanan Amir Mahmud terkait keterlibatannya dalam kasus korupsi dana tambahan Pilkada Kabupaten Sigi sebesar Rp 2,2 miliar.

Pada waktu bersamaan, tim jaksa penyidik juga memeriksa mantan Sutrisno Sembiring dan Sekkab Sigi Andiwan Betalembah. Keduanya diperiksa dalam ruang Kasi Pidana Khusus.

Pemeriksaan Andiwan hanya berlangsung selama dua jam, sedangkan Sutrisno menjalani pemeriksaan lebih lama. "Tetapi pemeriksaan keduanya masih sebatas sebagai saksi dalam pengembangan penyidikan kasus ini," kata Kepala Kejaksaan Negeri Donggala Agoes Soenanto Prasetyo.

Soal kemungkinan bertambahnya tersangka baru, Kasi Pidsus Candra mengatakan sedang dalam pengembangan kasus. Candra menjelaskan masih ada beberapa orang yang memiliki keterkaitan dalam penganggaran akan diperiksa sebagai saksi.

Keterlibatan Sutrisno dalam kasus ini terkait dengan pengakuan Bendahara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sigi, Hariyanto Abdul Rauf Tenga yang mengaku memberikan uang senilai Rp350 juta kepada Sutrisno Sembiring. Pemberian uang itu atas perintah Amir Mahmud untuk mempercepat pencairan dana tambahan pemilukada.

“Total uang yang saya keluarkan untuk Sutrisno Sembiring sesuai permintaan ketua (Amir Mahmud) sebesar Rp350 juta. Saya juga pernah disuruh tanda tangan kuitansi senilai Rp250 juta oleh Amir Mahmud untuk bayar pengacara Idham Chalid. Tapi saya tidak mau,” kata Hariyanto.

Namun, lanjut Hariyanto, dana kas KPU Sigi tetap keluar, meskipun hanya sejumlah Rp100 juta. Keluarnya dana ini, kata dia, karena kuitansinya ditandatangani oleh sekretaris (Frederyk Djiloy).

Dia menambahkan pernah juga dipanggil Sutrisno Sembiring untuk menghadap di ruang kerjanya. Dalam pertemuan itu, Sutrisno kembali meminta uang senilai Rp350 juta. “Kapan lagi saya dapat uang dari kamu Rp350 juta?” kata Hariyanto mengutip pertanyaan Sutrisno saat itu.

“Tidak ada uang sama saya pak. Saya hanya bisa kasih keluar uang atas perintah pak ketua (Amir Mahmud),” kata Hariyanto menjawab permintaan Sutrisno.

Selain Rp350 juta itu, lanjut Hariyanto, seingatnya, anggaran keseluruhan yang diminta oleh Ketua KPU Donggala sekitar Rp1,3 miliar. Hanya saja, peruntukannya tidak diketahui secara keseluruhan.  “Kalau saya tidak salah ingat, bukan hanya Rp350 juta itu, tapi sekitar Rp1,3 miliar, baik untuk Sutrisno, Amir Mahmud secara pribadi maupun KPU Provinsi,” jelasnya.

Maka Amir Mahmud pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Hariyanto malah sudah lebih dulu menghuni sel.

KPU Donggala merupakan pelaksana Pilkada Sigi, kabupaten yang baru dimekarkan pada 2008 lalu. Penahanan Amir Mahmud dilakukan tim jaksa penyidik setelah menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Pidana Umum, Evant Satria, selama empat jam. Penahanan tersebut dilakukan setelah ditetapkan sebagai tersangka pada saat pemeriksaan dilakukan Kasi Intel Kejari Donggala, Marthin Josias, pada 24 Januari lalu.

Tersangka Amir Mahmud didampingi dua penasihat hukumnya. Setelah pemeriksaan terakhir, ia pun digiring menuju mobil tahanan kejaksaan dikawal seorang polisi dan Kasi Pidasus Candra. Ia kemudian dibawa menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Donggala di Kelurahan Ganti yang juga menjadi tempat penahanan Hariyanto.

Kajari Donggala, Agoes Soenanto Prasetyo, yang dimintai keterangan mengatakan penahan tersebut dilakukan setelah tim penyidik menemukan bukti kuat terhadap keterlibatan Amir Mahmud dalam kasus korupsi. Di antaranya adanya temuan kuitansi penerimaan uang dari mantan bendahara KPU Sigi yang telah disita.

"Dengan keterangan dari beberapa saksi dan bukti yang ditemukan, maka yang bersangkutan kita tahan demi memperlancar penyidikan selanjutnya. Selain itu kita menjaga agar tidak melarikan diri atau tidak menghilangkan barang bukti," ungkap Agoes.

Selain itu, kata Agoes, dalam pengembangan penyidikan kasus ini akan dilakukan pula penyitaan dokumen pendukung yang kemungkinan juga disimpan Amir Mahmud. Sedangkan mengenai adanya mobil baru yang belum lama ini dibeli Amir Mahmud, kata Kajari Donggala, bisa saja disita kalau merupakan hasil kejahatan dan menjadi bagian dalam kasus korupsi yang dilakukan dari dana tambahan Pilkada Sigi.