• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sab 19 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back P|A|P|U|A Kawasan Terpilih Papua Barat Mandacan Tantang Atururi

Mandacan Tantang Atururi

  • PDF

Menjelang Pemilukada Gubernur Papua Barat yang dijadwalkan pada April 2011, setidaknya sudah dua pasangan mendeklarasikan diri. Pertama, Dominggus Mandacan dan Origenes Nauw yang mendeklarasikan diri pada 8 Desember 2010. Pasangan lain adalah petahana (incumbent) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, Bram O Atururi dan Ruhimin Katjong yang mendeklarasikan diri mereka pada 31 Januari 2011 lalu.

Melalui proses adat yang disaksikan Ketua DAP (Dewan Adat Papua) Wilayah Kepala Burung, Barnabas Mandacan, tokoh-tokoh adat A3 (Ayamaru, Aifat, Aitinyo), kedua tokoh ini, resmi menjadi pasangan Balongub-Wagub. Proses  pelamaran yang berlangsung di halaman rumah kepala suku besar Arfak, di kompleks Fanindi juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai suku.

Dominggus Mandacan menyatakan, dirinya memilih Origenes Nauw sebagai pasangan setelah melewati pergumulan doa yang panjang. Menurutnya, ada 18 nama, namun akhirnya pilihan jatuh pada Origenes Nauw yang sehari-harinya menjabat Ketua Fraksi Golkar Bersatu DPRD Provinsi Papua Barat sekaligus Ketua Harian DPD Partai Golkar Papua Barat. "Saya pilih Pak Origenes lewat pergumulan dalam doa. Beliaulah yang terbaik dari sejumlah nama yang ada,’’ ujarnya.

Mantan Bupati Manokwari dua periode ini meminta dukungan semua komponen masyarakat Provinsi Papua Barat. Kehadiran provinsi ini tak terlepas dari dukungan penuh tiga kepala suku Arfak di Manokwari. Lagi pula, seluruh masyarakat di daerah telah hidup rukun tanpa membedakan latar belakang agama dan asal daerah. ‘’Mari kita hormati dan hargai sejarah, dimana ketiga kepala suku besar Arfak memperjuangkan Manokwari sebagai ibukota Provinsi Papua Barat,’’ tandasnya.

Sedangkan Origenes Nauw mengatakan,dirinya menerima tawaran Dominggus Mandacan untuk berpasangan pada Pilgub karena berbagai pertimbangan. Salah satunya,ia mengenal rekam jejak mantan bupati Manokwari sebagai sosok pemimpin yang sederhana, merakyat, rendah hati dan konsisten terhadap perbuatan dan perkataan. ‘’Pemimpin yang seperti inilah yang kita butuhkan. Bukan seperti pemimpin yang lebih banyak berfoya-foya di atas penderitaan rakyat,’’ tukasnya.

Di sisi lain, pasangan Bram-Katjong siap maju dengan dukungan 10 parpol. Deklarasi pencalonan petahana ini berlangsung di Lapangan Borasi, Manokwari.

Selain dihadiri ketua partai politik wilayah Papua Barat yang mengusung Bram-Katjong, dan sejumlah masyarakat adat/kelompok masyarakat, pernyataan ini dihadiri juga oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Dalam kesempatan itu, 10 parpol, yakni Partai Golkar, Demokrat, PPP, PBB, PKS, PKPB, Partai Pemuda Indonesia, Patriot, Gerindra, dan Hanura, menandatangani pernyataan dukungan. Totalnya, calon pasangan ini telah resmi mendapat dukungan dari 23 kursi di DPRD Papua Barat terkoalisi dalam koalisi partai rakyat bersatu.

Bram mengatakan, deklarasi ini adalah untuk maju dalam pendaftaran yang menurut jadwal KPUD Papua Barat adalah di hari terakhir bulan Januari. Tetapi, dia akan menunggu hingga peraturan daerah khusus tentang aturan pelaksanaan pilkada selesai disahkan untuk maju mendaftarkan ke DPRD.

"Saya harap paling lambat tanggal 2 Maret sudah diketahui oleh masyarakat siapa saja kandidat yang maju dalam pilkada," ujar Bram.

Sedangkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan pihaknya mendukung Bram-Katjong karena berdasarkan survei pasangan ini banyak dipilih oleh rakyat. Catatan lain adalah selama 5 tahun kepemimpinan Bram-Katjong pembangunan di Papua Barat maju pesat.

Dengan perahu Partai Golkar mengusung ke petahana, bagaimana pasangan Mandacan-Nauw? Mandacan mengakui akan mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Golkar, yang selama ini membesarkannya. Namun dirinya tidak kecewa dengan hasil survei oleh Partai Golkar, sebaliknya lebih termotivasi untuk bekerja lebih keras untuk pertarungan politik pada pemilukada Gubernur.

Dalam keterangannya, kandidat Gubernur Papua Barat ini pun menyebutkan, sudah ada beberapa partai pengusung yang telah memberikan rekomendasi. “Partai pengusung tidak banyak, tetapi sudah memenuhi tujuh kursi di DPRPB. Kita saat ini menunggu proses pendaftarannya, kalau sudah ada kepastian tentu pasti kita akan daftar, yang sebelumnya ditandai dengan deklarasi kandidat dan partai pengusung. Kita harus patuhi semua ketentuan yang ada,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang diperoleh wartawan, sudah enam partai politik yang telah merapat ke Dominggus Mandacan-Origenes Nauw (DONOR), yakni, PAN, PDK, PNI Marhanenisme, Barnas, PNBKI dan Partai Pelopor.

Dengan hasil survei Partai Golkar itu, sambungnya, "Saya mengajak seluruh pendukung saya, untuk mari kita bersatu dan tunjukkan bahwa di tanggal 30 April 2011 mendatang, pilihan Tuhan akan jatuh pada orang yang dikehendaki-Nya."