• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sab 19 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back J|A|W|A Kawasan Terpilih Banten Ratu Atut dan Ahmadiyah Banten

Ratu Atut dan Ahmadiyah Banten

  • PDF

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berharap, sekitar 1.120 Jemaah Ahmadiyah yang tersebar di enam kecamatan di Banten dapat segera bertobat. Pemda Banten bersama dengan MUI dan Kementerian Agama terus melakukan upaya pembinaan terhadap Jemaah Ahmadiyah.

Atut bilang, tak kurang dari 3.014 penyuluh agama diterjunkan. "Saat ini sudah ada 24 jemaah yang insaf, dan kembali mengikuti ajaran Islam yang benar. Saya berharap yang lain juga bisa. Kami lakukan pembinaan sampai mereka betul-betul insaf," ujar Ratu Atut usai mengikuti rapat terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (7/2/2011).

Namun pernyataan itu dinilai sebagai blame the victim (menyalahkan korban), yakni jemaah Ahmadiyah yang menjadi sasaran serangan massa. Terkait itu, Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid mengecam pernyataan Atut yang berharap agar Jemaah Ahmadiyah di Banten insyaf.

Pernyataan politisi Partai Golkar ini dinilai putri almarhum Abdurrahman Wahid  sebagai hal yang dapat memprovokasi masyarakat. "Ini pernyataan yang tak bertanggung jawab. Ini seperti fatwa MUI yang memberikan legitimasi bagi kelompok tertentu untuk melakukan tindak kekerasan," kata Yenny  di Jakarta, Selasa (8/2/2011).

Ratu Atut merinci, sekitar 1.120 Jemaah Ahmadiyah itu terbagi menjadi tiga kategori, yaitu jemaah aktif, pasif, dan insaf. Di Kecamatan Cikeusik sendiri, kata Ratu Atut, jumlah Jemaah Ahmadiyah mencapai 25 orang. Semuanya dikategorikan sebagai jemaah aktif.

Gubernur Banten mengatakan, Pemda bersama Muspida dan jajaran lainnya juga telah melakukan sosialisasi Surat Keputusan Bersama 3 Menteri dengan baik. "Kami sudah menginformasikan, apabila masyarakat melakukan tindakan anarkis, akan terkena sanksi," kata Ratu Atut.

Seperti diketahui, jemaah Ahmadiyah di Cikeusik telah diserang oleh kelompok tidak dikenal pada Minggu, 6 Februari 2011 dan menewaskan tiga warga Ahmadiyah.  Terkait insiden yang terjadi di Cikeusik, Ratu Atut menyebutnya sebagai musibah dan di luar kekuasaan manusia.

"Sesungguhnya ini di luar dugaan. TNI dan Polri telah dengan sigap mengamankan keberadaan Ahmadiyah. Awalnya sudah diperkirakan tidak ada lagi warga Ahmadiyah di rumah (pemimpin Ahmadiyah) yang telah dilakukan evakuasi. Tapi ternyata di dalamnya itu ada Jemaah Ahmadiyah. Awalnya, kalau itu kosong, tidak akan terjadi insiden," kata Ratu Atut.

Jadi, Ratu Atut menyayangkan kehadiran warga Ahmadiyah pada  6 Februari tengah malam ke rumah pemimpin Jemaah Ahmadiyah di Cikeusik. Yang menyerangnya apa tidak salah Bu?