• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

    • Module title
      Pertanyaan Abang Sunarya Yang sebelah Bang Rano mau tanya, gimana caranya situs The GET Networks jadi bahasa Indonesia semuanya?
      Author: Abang Sunarya - Facebook - Twitter
      Serba Boleh Kiagus MZ Unlimited module positions, layout variation, comment system, CCK K2 enable... What's else do you want? Boleh juga tuh pasang iklan Portfolio 2011 di Berita Ekspres Pak!
      Author: Kiagus MZ - Facebook - Twitter
  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Sab 19 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back B|A|L|I & N|U|S|R|A Kawasan Terpilih Bali Winasa Mulai Diadili

Winasa Mulai Diadili

  • PDF

Mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa mulai diadili sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Negara, Jembrana, Bali. Dalam sidang perdana, Senin 21 Februari 2011, jaksa penuntut umum (JPU) I Wayan Sumadiana SH mendakwa Winasa  melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara.

Dalam dakwaannya JPU menguraikan, Winasa mendapatkan transfer dana dari Direktur PT Yuasa Sangyo, Kasuyuki Tsurumi sebanyak dua kali masing-masing senilai Rp187,5 juta dan Rp853,098 juta. PT Yuasa Sangyo merupakan perusahaan penjual mesin pengolah pupuk kompos yang menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah Jembrana, namun pembayaran transaksinya menggunakan dana APBD. JPU juga menemukan selisih kelebihan pembayaran yang mencapai Rp2 miliar dari perjanjian Perusda Jembrana dengan PT Yuasa Sangyo.

Dalam penyidikan, Winasa mengaku uang Rp187,5 juta dari Tsurumi itu merupakan pembayaran untuk mobil Mercy miliknya, sedangkan yang Rp835,098 juta guna membayar tanah di Kecamatan Pekutatan. Namun menurut JPU, tidak pernah terjadi transaksi jual beli tanah antara Tsurumi dan Winasa.

Berdasarkan beberapa dokumen, tanah itu merupakan milik Ni Nengah Wendri yang oleh ahli warisnya dikuasakan kepada I Gede Winasa.
Pada 23 Desember 2008 tanah itu beralih kepemilikan kepada I Gede Ngurah Patriana Krisna,  anak Winasa sendiri, berdasarkan akta jual beli No 371/2008.

Tim penasehat hukum Winasa dari OC Kaligis & Associate Advocates langsung menyampaikan eksepsi atau keberatan pada persidangan saat itu juga. Dalam eksepsi yang dibacakan Anny Andriani SH MH dan Fernandes Ratu SH, mereka menolak seluruh dakwaan JPU.

Menurut Anny, dalam dakwaan tersebut banyak hal yang diabaikan oleh JPU, sehingga apa yang diuraikan seolah-olah benar. Mengenai pengadaan mesin pabrik kompos berikut pencairan dana dari APBD, Anny mengatakan, hal itu sudah sesuai dengan posisi Winasa sebagai bupati.

Terkait transfer dari Tsurumi ke rekening Winasa, penasehat hukum terdakwa berpendapat, aliran dana itu dilakukan atas permintaan Tsurumi karena memang memiliki hutang ke Winasa. "Kami berpendapat dan yakin kalau JPU sebenarnya mengetahui jika masalah ini masuk perkara perdata yang dipaksakan ke ranah pidana," kata Anny.

Tim penasehat hukum Winasa juga menilai, audit BPKP yang dijadikan dasar dakwaan oleh JPU bertentangan dengan audit yang dilakukan BPK. "Audit yang telah dilakukan BPK tidak menemukan adanya kerugian keuangan negara dalam pengadaan mesin pabrik kompos itu," ujar Anny.

Usai pembacaan eksepsi, majelis hakim yang dipimpin Yuli Atmaningsih memutuskan sidang lanjutan pada Senin, 28 Februari 2011 dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi penasehat hukum.