• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Mg 25 06 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back Wawancara yang Sesungguhnya Blog Politik Sepulang dari Mason Pine
Selasa, 25 Mei 2010 00:56

Sepulang dari Mason Pine

Oleh  Blogger Lama
Nilai artikel ini
(0 Penilai)

Hotel Mason Pine, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, kini tak akan seramai ketika Kongres II Partai Demokrat berlangsung. Para peserta kongres sudah kembali ke tempatnya dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing.

Kita bisa menyaksikan, antara lain, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI mengunjungi Norwegia untuk menghadiri Konferensi Hutan dan Iklim di Oslo, ibu kota negara sejahtera itu. Sengaja atribut negara sejahtera (welfare state) itu kita kemukakan di sini untuk memperluas cakrawala bersama.

Welfare state adalah konsep baku tentang pemerintahan tempat negara memainkan peran kunci dalam perlindungan serta peningkatan kondisi sosial dan ekonomi warganya. Landasannya adalah prinsip-prinsip kesamaan kesempatan, penyebaran kesejahteraan yang relatif merata, dan tanggung jawab publik bagi warga yang kurang beruntung sehingga tak dapat meraih kehidupan layak.

Ada sejumlah ragam penerapan konsep negara sejahtera. Norwegia, dalam studi pembangunan, dikenal menerapkan model Skandinavia bersama beberapa negeri tetangganya seperti Swedia, Denmark, Finlandia, Eslandia, dan Kepulauan Faroe. Model Skandinavia atau model Nordic ini merupakan kelompok negara sejahtera pertama di dunia sejak Perang Dunia II berakhir.

Setelah Perang Dunia II, Norwegia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dengan dua dekade pertama digerakkan oleh perniagaan ekspor dan maritim serta industrialisasi dalam negeri, juga hasil pemanfaatan besar-besaran minyak dan deposit gas alam yang ditemukan di Laut Utara dan Laut Norwegia sejak awal 1970-an. Kini, Norwegia menduduki peringkat ketiga negara terkaya di dunia dalam nilai moneter, dengan cadangan modal per kapita terbesar dibandingkan dengan negara mana pun di dunia ini.

Norwegia juga merupakan negara pengekspor minyak kelima terbesar di dunia. Simpanan dana industri minyak buminya mencapai sekitar seperempat produk domestik bruto. Dalam krisis keuangan 2007-2010, para bankir menganggap mata uang krone Norwegia sebagai salah satu yang terkuat di dunia.

Negeri kerajaan itu memiliki sumber daya yang kaya minyak, gas alam, pembangkit listrik tenaga air, hutan, dan mineral, juga merupakan eksportir perikanan terbesar kedua setelah China pada 2006. Industri besar lainnya termasuk jasa pengiriman, makanan olahan, galangan kapal, industri logam, bahan kimia, pertambangan, perikanan, dan produk pulp dan kertas dari hutan.

Norwegia mempertahankan model kesejahteraan Skandinavia dengan layanan kesehatan gratis dan menyeluruh bagi penduduknya, subsidi untuk pendidikan tinggi, serta sistem jaminan sosial yang menyeluruh. Tak mengherankan jika Norwegia selalu menempati peringkat tertinggi dari semua negara dalam indeks pembangunan manusia selama 10 tahun terakhir. Yang tak kalah penting, Norwegia pun dinilai sebagai negara paling damai di dunia dalam survei 2007 oleh Global Peace Index.

Melihat sekilas situasi geografi dan demografi Norwegia, agaknya negeri itu dapat disandingkan dengan wilayah provinsi di Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar lima juta, plus limpahan sumber daya alam relatif sama, adakah provinsi di Indonesia dapat mengikutii Norwegia dengan pendapatan per kapita 87.340 dolar per tahun dan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia?

Menurut Bank Dunia (2010), GNI (gross national income, pendapatan nasional kotor) per kapita Indonesia adalah 2.230 dolar AS (sekitar Rp22 juta per kepala per tahun) dibandingkan dengan Thailand (3.760 dolar), dan Malaysia (7.230 dolar). Di atasnya, ada Brunei Darussalam (20.823,10 dolar) dan Singapura (37.720 dolar).

Nah, jika ada 1-2 provinsi atau kabupaten-kota yang dapat menerapkan model negara sejahtera di sini, alangkah indahnya. Sebagai catatan, Norwegia banyak memiliki kesamaan sumber daya alam dengan Indonesia. Selain itu, ekonomi yang diterapkan adalah model campuran (mixed economy) dengan menempatkan BUMN sebagai pengendali sektor strategis semisal migas, listrik, dan telekomunikasi. Perbedaannya mungkin pada kualitas sumber daya manusia.

Kunjungan SBY ke Norwegia seakan menjadi moment untuk kita bercermin. Apalagi saat ini sedang musim Pemilukada. Adakah para pemenang Pemilukada itu memikirkan kesejahteraan warganya?

Inilah sekadar catatan saya sepulang dari menonton Kongres II Partai Demokrat di Hotel Mason Pine, Padalarang.

 

Terakhir diubah pada Selasa, 25 Mei 2010 18:11
Blogger Lama

Blogger Lama

Senang sekali Anda berkunjung dan menelusuri blog saya. Bukan mau sok-sokan, saya memang senang berjalan-jalan baik dalam kenyataan maupun hanya di pikiran.

Situs: id.answers.yahoo.com
Yang lain di kategori ini: 65 »

Silakan berkomentar

Pastikan Anda mengisi kotak bertanda bintang.
Silakan gunakan kode HTML dasar.