• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Kam 24 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back Blog yang Sesungguhnya Blog Politik 62 Tahun Bengkulu Selatan
Rabu, 16 Maret 2011 02:35

62 Tahun Bengkulu Selatan

Oleh  Gunawan Effendi
Nilai artikel ini
(5 Penilai)

Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

Pada 8 Maret 2011 lalu, Kabupaten Bengkulu Selatan memperingati hari jadinya yang ke-62. Di hari jadi itu Bupati H Reskan Effendi Awaluddin SE memperingatinya dengan resmi sekaligus menandai  awal masa baktinya yang prosesnya melalui jalan berliku. Setelah melalui perjalanan berliku, yakni pemilihan kepala daerah yang berlangsung hingga tiga kali itu, apakah Bengkulu Selatan dapat berkembang sesuai dengan harapan?

***

Sekadar kilas balik, Bengkulu Selatan terbentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan pada 8 Maret 1949 melalui Surat No GB/27/1949, tentang pengangkatan Baksir sebagai Bupati Bengkulu Selatan. Sebelumnya wilayah administrasinya bernama Kabupaten Manna Kaur 1945 - 1948 dan Kabupaten Seluma Manna Kaur 1948-1949.

Berdasarkan Kesepakatan Masyarakat Rakyat pada 7 Juni 2005, dikuatkan oleh Perda No 20 tanggal 31 Desember 2005 dan diundangkan dalam Lembaran Daerah No 13 Tanggal 2 Januari 2006 Seri C, maka 8 Maret ditetapkan sebagai hari jadi Bengkulu Selatan.
Selanjutnya berdasarkan Undang- undang Nomor 03 Tahun 2003, Kabupaten Bengkulu Selatan mengalami pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Seluma dan Bengkulu Selatan. Itulah salah satu soalnya.

Jika semula Bengkulu Selatan memiliki wilayah luas, menurut Reskan, Bengkulu Selatan tinggal 20 persen dari luas sebelumnya. “Yang 40 persen sudah menjadi Kabupaten Seluma, dan 40 persen lagiadalah wilayah Kabupaten Kaur,” ujarnya.

Dengan pemekaran itu, bagaimana peluang pengembangan Bengkulu Selatan? Untuk jelasnya, kondisi geografis mungkin pintu masuk yang baik.

Bengkulu Selatan terletak di sebelah Barat Bukit Barisan. Luas wilayah administrasinya mencapai lebih kurang 1.186,10 kilometer persegi (menurut BPN Kabupaten Bengkulu Selatan). Letak persisnya merentang dari titik 4 derajat 10 menit hingga 4 derajat 34 menit Lintang Selatan dan 102 derajat 48 menit hingga 103 derajat 17 menit Bujur Timur.

Di sebelah utara, Kabupaten Bengkulu Selatan berbatasan dengan Kabupaten Seluma sepanjang ± 40 km. Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan sepanjang  47,96 km. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kaur  sepanjang 43 km dan di sebelah barat berbatasan dengan Lautan Hindia 40,52 km.

Berdasarkan topografinya, Kabupaten Bengkulu Selatan terletak pada tiga ruas. Ruas pertama, ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut dan terklasifikasi sebagai daerah low land (dataran rendah) seluas 50,93 persen dari total wilayah. Ruas kedua, 100 - 1000 meter di atas permukaan laut dan terklasifikasi sebagai daerah bukit, rentang luasnya mencapai 43 persen. Jalur ketiga, terletak di sebelah Utara - Timur sampai ke puncak Bukit Barisan luasnya mencapai 6,07 persen.

Melihat kondisi itu, maka potensi Bengkulu Selatan sudah tampak: Bidang kelautan, pertanian, dan kehutanan. Sementara, flora dan faunanya dapat dikembangkan menjadi objek wisata karena kelangkaannya. Katakanlah seperti bunga kibut, bunga Raflesia arnoldy/bunga bangkai. Sedangkan faunanya yang termasuk langka adalah harimau sumatera, siamang, beruang, maupun rusa.

Di samping itu, berbagai potensi alam dapat dikembangkan menjadi tempat rekreasi/ wisata seperti air terjun geluguran, air terjun tiga tingkat, pantai wisata Pasar Bawah, Gua Suruman, dan juga Danau Ulu Seginim.

Sementara jumlah penduduknya, menurut hasil Sensus Penduduk 2010 adalah 142.722 jiwa, terdiri dari 71.896 laki-laki dan 70.826 perempuan. Boleh jadi jumlah penduduk perempuan yang lebih sedikit menunjukkan terjadinya migrasi warga ke daerah lain.
Sebagian besar penduduk terkonsentrasi di ibu kota kabupaten dan sekitarnya: wilayah Manna, Pasar Manna, dan Kota Manna, yakni mencapai lebih dari 57 ribu orang atau sekitar 40 persen dari total penduduk. Ini juga menunjukkan bahwa kehidupan perkotaan mulai mendominasi kehidupan kabupaten ini.

Dari 158 desa dan kelurahan di bengkulu Selatan, kawasan Manna dan sekitarnya hanya mencakup 37 wilayah setingkat. Dengan kata lain, 23 persen wilayah Bengkulu Selatan dihuni oleh 40 persen warga. Ini semakin menguatkan kesimpulan bahwa kehidupan perkotaan semakin kuat di kabupaten ini.

Satu wilayah kecamatan lain yang termasuk padat penduduknya adalah Pino Raya yang dihuni oleh sekitar 17 ribu jiwa. Dengan kenyataan bahwa Pino Raya memiliki wilayah transmigrasi, maka kecamatan ini tampak sebagai kawasan berpotensi untuk produksi pertanian, tanaman pangan, dan juga peternakan.

Namun, sebagian besar penduduk Bengkulu Selatan bekerja di sektor pertanian perkebunan. Dari Laporan Dinas Pertanian dan Peternakan pada 2009 luas beberapa jenis tanaman perkebunan utama antara lain kelapa sawit 11.834 ha dengan produksi 97.952 ton. Patut dicatat bahwa produktivitas sawit di Bengkulu Selatan rata-rata mencapai 8,2 ton tandan buah segar per ha yang berarti masih di bawah rata-rata nasional yang sudah mencapai belasan malah puluhan ton per ha.

Melihat potensi sawit yang produktivitasnya masih bisa meningkat, tak mengherankan jika ada investor yang ingin membuka pabrik kelapa sawit. “Namun saya tak dapat memenuhinya karena mereka menginginkan lahan yang luas, dan tak ada lagi” kata Reskan.

Selanjutnya ia lebih menginginkan perkebunan sawit di sini dikelola oleh rakyatnya. “Biar saja berkembang dengan potensi kami sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu kebun kopi di Bengkulu Selatan mencapai luas 3.055 ha dan menghasilkan 1.830 ton. Lantas karet 4.119 ha dan menghasilkan 4.486 ton, dan cokelat 1.437 ha yang menghasilkan panenan 600 ton. Secara umum produktivitas lahan perkebunan di Bengkulu Selatan masih harus ditingkatkan sehingga pendapatan dari perkebunan pun akan meningkatkan kesejahteraan warga.
Begitu pula potensi perikanan di kabupaten ini. Produksi perikanan laut pada 2009 di Bengkulu Selatan mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun sebelumnya  yaitu 1.800 ton dengan nilai Rp34,2 miliar rupiah. Sedangkan untuk perikanan darat produksinya juga meningkat menjadi 963,39 ton dengan nilai Rp17,341 miliar rupiah.

Belum terhitung  potensi peternakan, sarang walet, atau madu hutan. Tambahan pula bidang lain semisal industri agribisnis dan perdagangan serta jasa yang terkait. Ringkasnya, banyak potensi yang belum tergarap optimal. Wilayah yang menyempit seharusnya lebih memudahkan pengelolaannya. Namun, itu semua tergantung pemimpin dan masyarakat Bengkulu Selatan sendiri.  Meningkatkan produktivitas adalah kata kuncinya.

Terakhir diubah pada Sabtu, 09 April 2011 19:42

1 komentar

  • Tautan komentar nidian pino Sabtu, 28 April 2012 08:47 Diposkan oleh nidian pino

    bt pemrintah manna khususya,tolotng dong perhatin nasib petani kelapa sawit,krena bibitya bayak yg palsu hingga buah tidak jdi maksimal

Silakan berkomentar

Pastikan Anda mengisi kotak bertanda bintang.
Silakan gunakan kode HTML dasar.