• Gerbang
    • Berita Terbaru dari Semua Penjuru

  • S|U|M|A|T|E|R|A

    • 62 Tahun Bengkulu Selatan

      Pernah menjadi kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu, Bengkulu Selatan kini telah mekar menjadi tiga kabupaten. Sebagai kabupaten induk, bagaimanakah Bengkulu Selatan di masa depan?

  • J|A|W|A
  • B|A|L|I & N|U|S|R|A
  • K|A|L|I|M|A|N|T|A|N
  • S|U|L|A|W|E|S|I
  • M|A|L|U|K|U
  • P|A|P|U|A

Kam 24 08 2017

Sentuhan Akhir09:31:06 AM GMT

Back Wawancara yang Sesungguhnya Drs H Rachmat Yasin MM

Drs H Rachmat Yasin MM

 

Drs H Rachmat Yasin MM

Bupati Bogor 2008-2013

Wawancara Lengkap
Foto-foto

Kabupaten dan Kota Bogor baru saja memperingati hari jadinya yang ke-529 pada 3 Juni 2011 lalu. Apa kata Bupati Bogor Drs H Rachmat Yasin MM tentang kabupaten yang dipimpinnya? Simak wawancara Ike Indriani berikut ini:

Bagaimana Anda menggambarkan Bogor sebagai kabupaten?

Sebagai Bupati Bogor, yang pertama, saya adalah Bupati sebuah kabupaten terpadat penduduknya di seluruh Indonesia. Bahkan, saya menganggap jumlah penduduk Kabupaten Bogor sudah tidak rasional lagi sebagai ukuran sebuah kabupaten.

Mengapa?

Dengan jumlah penduduk 4,7 juta lebih, ini bukan sebuah ideal kabupaten. Sementara di luar Jawa masih ada provinsi yang penduduknya di bawah satu juta. Oleh sebab itu. jumlah penduduk yang besar dengan luas wilayah hampir 300.000 hektar ini membuat saya harus berpikir keras, bagaimana membuat kabupaten Bogor lebih maju dalam berbagai hal. Ketika memproyeksikan itu, paling tidak saya harus mencari formula tepat untuk melaksanakan kebijakan pembangunan secara multi-dimensional.

Bagaimana formulanya?

Saya beserta jajaran Pemkab mencoba untuk menganalisis potensi apa yang bisa dikembangkan di sisi sumber daya alam. Saya juga menganalisis, sumber daya manusia seperti apa yang bisa terus kita upgrade. Kemudian kita mencoba mengidentifikasi persoalan Kabupaten Bogor.

Lantas?

Saya sekarang menerapkan konsep lebih banyak turun ke desa untuk mengenali potensi maupun kelemahan kabupaten ini. Bagaimana mungkin saya mengetahui anatomi Bogor jika saya tidak turun ke desa. Bagaimana mungkin saya akan memperbaiki kabupaten ini kalau saya tidak memahami potensi alam maupun potensi masyarakat.

Sejauh ini bagaimana tindak lanjutnya?

Ada proses inventaris persoalan, ada proses analisis, kemudian konklusi. Selanjutnya dibuatlah sebuah rumusan sehingga semua kebijakan itu diarahkan untuk memperbaiki situasi dan kondisi Bogor, khususnya di bidang kesejahteraan masyarakat.

Dari sisi sumber daya ekonomi, sektor apa yang paling banyak menyumbang produktivitas dan penghasilan masyarakat kabupaten Bogor?

Karakteristik kabupaten umumnya adalah masih sangat tergantung pada sumber daya alam, sebab sebuah daerah di tingkat kabupaten itu, belum bisa mengandalkan secara penuh sektor jasa maupun industri. Tetapi di Bogor, sektor primer pertanian menjadi satu kesatuan dengan industri dan jasa. Pada sisi ini Kabupaten Bogor sebenarnya memiliki comparative advantage (keunggulan dibandingkan dengan daerah lain). Sayangnya masih kurang optimal di competitive advantage (daya saing).

Maksud Anda?

Salah satu contoh, Allah menganugerahkan Bogor ini dengan alam yang subur. Apa pun jadi dan apa pun punya potensi. Ada sawah yang subur, palawija yang berkembang cukup bagus, tanah yang di bawahnya batu untuk membangun, bahkan sampai ada mesjid indah di perkebunan teh Puncak dan sangat terkenal. Itu berarti Bogor mendapat anugerah. Tapi itu bukan competitive advantage melainkan comparative advantage. Jadi, keunggulan Bogor lebih karena anugerah.

Kalau begitu bagaimana agar daya saing Bogor tak sekadar anugerah?

Bagaimana agar kita bisa mengoptimalkan comparative advantage, satu-satunya jalan adalah kita harus mengembankan keunggulan kompetitif. Bagaimana caranya? Ya kita optimalkan anugerah itu dengan mengolahnya. Sumber daya alam itu kan harus diolah. Jika tidak ada penggerak, tidak ada engineering, semuanya tidak akan berarti apa-apa. Maka kata kucinya adalah bagaimana mengoptimalkan potensi SDA. Tentu saja kita harus menarik lebih banyak investasi.

Apa Anda memiliki resepnya?

Investasi itu bisa kita tarik kalau Bogor punya infrastruktur, kalau infrastruktur Bogor bagus seperti ketersediaan energi listrik, air, keterampilan masyarakat, kemudian transportasi yang layak dan bagus serta jalan lebar, baru investasi bagus. Ketika ada pertemuan modal dengan SDA inilah kemudian akan tercipta yang namanya lapangan kerja. Target kita adalah ketersediaan lapangan kerja, untuk mengurangi angka kemiskinan dan menekan angka pengangguran secara pasti. Oleh karenanya competitive advantage kita ciptakan.

Apa bentuknya?

Yang pertama kita lakukan adalah debirokratisasi. Kemudian yang kedua kita harus membuat peraturan daerah. Perda itu jangan sampai imun terhadap investor, artinya kemudahan, kemurahan, percepatan, itu harus kita lakukan untuk memanjakan investor. Ketiga adalah kepastian hukum, ini harus kita ciptakan kalau kita mau investor masuk. Keempat adalah stabilitas yang harus kita ciptakan. Kita harus menjamin setiap investor datang ke Bogor harus untung sehingga mereka betah dan mengajak teman-temannya, Tidak boleh kita membuat kebijakan yang membuat investor kapok (jera), karena merasa biaya terlalu mahal, proses terlalu sulit. Ini yang harus kita jauhi. Itulah kebijakan yang harus saya lakukan sehingga tercipta lapangan kerja dan berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat.

Kalau begitu, di mana letak kekuatan Kabupaten Bogor sesungguhnya?

Menjamin stabilitas, keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang luar biasa, itu kekayaan, itu kelebihan kita.

Bagaimana dengan Kelemahannya?

Kelemahannya juga banyak. Semakin besar jumlah penduduk, semakin besar persoalannya. Oleh sebab itu kelamahannya itu adalah ketika penduduk saya begitu besar, tidak berbanding lurus dengan potensi untuk memanage, baik potensi keuangan maupun birokrasi dan lain sebagainya. Tapi, apapun yang terjadi harus saya hadapi. Lakukan yang terbaik meski dengan berbagai dengan keterbatasan. Apalagi persoalan kabupaten Bogor, bukan hanya soal beban pembangunan masyarakat Bogor?

Apa beban lainnya?

Ya, di sisi lain saya juga harus bertanggung jawab bagaimana menyelamatkan dan mengatasi dampak sosial dari Ibu Kota Negara. Hitung saja kaum penglaju (commuter) yang bekerja di Ibu Kota Jakarta ini berapa orang. Mereka butuh pemukiman di kawasan yang tidak terlalu jauh. Kita harus menampung itu. Ketika ada persoalan sampah di DKI, kita juga harus ikut bertanggung jawab, sebab kita tidak mungkin membiarkan Jakarta Ibu Kota Negara bertumpuk sampah di mana-mana, sebab image Ibu Kota Negara Indonesia akan buruk. Ini juga bagian tanggung jawab kita sebagai hinterland dari Ibu Kota Negara. Jadi itulah persoalan yang sangat multi-complex, dengan kita sebagai daerah Ibu Kota Negara dan kita sebagai kabupaten yang penduduknya terbesar di seluruh Indonesia. Kabupaten dengan jumlah dan kemampuan SDM yang sangat terbatas. Kita juga merasakan betapa infrastruktur tetap di tangan Bogor tanggung jawabnya.

Tapi, apa tidak ada yang bisa dibanggakan dari Bogor?

Apapun, Bogor adalah Bogor, yang membuat penasaran orang untuk datang. Misalnya Puncak. Banyak orang sengaja datang ke Puncak. Jangankan hari libur, weekday saja orang banyak yang datang walaupun macet. Mungkin bagi mereka puncak itu surga yang belum bisa tergantikan dan belum ada duanya. Bahkan sekarang kemacetan itu menjadi tujuan wisata, sengaja orang mencari macet. Ini pun kemudian tidak bisa ditangani oleh Pemkab sendiri, karena Puncak ini menjadi tujuan wisata nasional maupun mancanegara. Ini harus dipikirkan baik oleh pemerintah provinsi maupun pusat, agar meningkatjkan daya dukung objek wisata di kabupaten Bogor.

Dengan wilayah luas dan penduduk besar, bagaimana cara kerja Anda?

Sebagai Bupati saya bekerja tujuh hari, dan terasa tujuh hari dalam seminggu itu tidak cukup, karena dalam tujuh hari saya bekerja tanpa libur. Jadwalnya antara lain empat hari saya harus turun ke desa-desa.

Kembali ke persoalan kemacetan di Puncak, apa upaya Pemkab untuk mengatasi kemacetan di sana?

Kalau kita menangani persoalan kemacetan di Kabupaten Bogor, upaya yang harus dilakukan adalah membuat jalur alternatif. Saya menggagas dibukanya ruas jalan baru untuk Istana Cipanas. Dengan dibukanya ruas jalan baru, konsentrasi kemacetan di Puncak terbagi dua, tanpa harus mengurangi orang berwisata ke kawasan Puncak. Kalau sekarang mulainya dari bawah semuanya, Ciawi menuju Cipanas, Cianjur. Sebaiknya dibagi dua: Ada yang dari bawah, Ciawi, ada yang dari Cipanas menuju Puncak. Ini mudah-mudahan bisa menyelesaikan. Di sisi lain saya juga ingin mengembangkan kawasan wisata baru.

Kenapa belum dibangun?

Tidak mungkin kita membangunan sendiri. APBD kita terbatas sehingga kemudahan yang kita dapat adalah para pengusaha mau menghibahkan tanah. Kalau jalan itu secepatnya selesai, inilah satu-satunya jalan dengan lebar 30 meter dan panjang 47 km yang dibangun tanpa membebaskan lahan. Tetapi saya ingin membangun jalan bukan untuk kepentingan pengusaha saja, melainkan untuk kepentingan perkembangan pembangunan Kabupaten Bogor, kepentingan untuk masyarakat saya. Kalau jalan ini tidak bisa dibangun sesubur dan seindah apapun panorama disana, tidak akan ada orang datang. Semakin indah kawasan ditambah jalan yang mulus, maka orang akan berdatangan. Itulah investasi.

Dalam meningkatkan perekonomian daerah, revitalisasi pertanian dijadikan titik berat dalam pembangunan. Bagaimana pencapaiannya?

Pencapaian itu belum bisa dikatakan sekarang. Revitalisasi peranian itu adalah long-term, bukan membalikan tangan. Tidak bisa saya mengatakan perlu revitalisasi pertanian di Bogor, langsung mempertanyakan hasilnya. Tidak bisa begitu. Ini harus berproses sedemikian rupa. Nanti pada 2013 boleh bertanya kembali, tidak saat ini.

Masih berjalan tapi ada hambatan?

Berjalan. Hambatan pasti ada. Persoalannya production cost dengan hasil panen itu sering sekali tidak seimbang, itu hambatannya. Yang kedua adalah bagaimana saya mengubah mindset masyarakat untuk kembali menjadi petani. Kemudian bagaimana saya meyakinkan masyarakat bahwa prosesi petani juga tidak kalah martabatnya dengan profesi dokter, insinyur, pengacara dan lain sebagainya.

Menteri Agama Pak Suryadharma Ali yang juga ketua umum PPP secara implisit menyebut peluang Anda maju ke Pemilukada Gubernur Jawa Barat. Ada tanggapan?

Itu nanti jawabannya, jangan sekarang ya, karena tidak relevan. Kalau kaitannya dengan Bapak Suryadharma itu sudah bukan sebagai Bupati.

Nilai artikel ini
(2 Penilai)

Silakan berkomentar

Pastikan Anda mengisi kotak bertanda bintang.
Silakan gunakan kode HTML dasar.